Beranda » Makassar » Tersengat JTM PLN di Perumnas Antang, 1 Tewas dan 2 Orang Luka Parah
Makassar

Tersengat JTM PLN di Perumnas Antang, 1 Tewas dan 2 Orang Luka Parah

MAKASSAR – 3 orang yang sedang memperbaiki rumah, tersengat Arus listrik Jaringan Tengangan Menengah (JTM) milik PT. PLN (Persero) di Jl. Raya Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, senin (26/6) sore, satu diantaranya meninggal di tempat kejadian.

Dari informasi yang berhasil dihimpun mediasulsel.com, dari 3 (tiga) orang korban tersebut, satu orang meninggal dunia di tempat yakni Anggra (27), warga Jl. Raya Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kemudian dua korban yang selamat namun dalam kondisi kritis yakni Herjan Karsidi alias Andy (49) warga Jl. Bangkala Raya, Kelurahan Biringromang, Kecamatan Manggala dan Burhanuddin alias Udin (45) Warga Jalan Bangkala Stapak 2, Kelurahan Biring Romang Manggala.

Menurut sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun mediasulsel.com, Andy yang baru seminggu membeli ruko tempat kejadian, dengan dibantu Udin bermaksud memperbaiki pipa bak penampungan air yang berada di bagian atap ruko tersebut.
Keduanya kemudian naik ke bagian atap ruko tersebut, sayangnya, mereka tidak memperhatikan, bahwa di atas atap, melintang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) bertegangan sekitar 20 KV milik PT. PLN, yang hanya berjarak sekitar 1 meter dari bak penampungan air yang hendak diperbaiki.

Tidak lama mereka beraktifitas di atas atap, warga sekitar digegerkan oleh teriakan kedua lelaki paruh baya tersebut, akibat keduanya, tersengat arus listrik JTM tersebut di atap ruko.

Melihat kejadian tersebut, Anggra langsung berlari masuk ke ruko dan naik ke atap untuk memberi pertolongan. Meski Angga berhasil menendang Udin dan Andi hingga keduanya terjatuh ke atap rumah tetangga sebelahnya, namun nasib naas malah menimpa Angga , karena Angga malah tersengat diantara dua kabel telanjang JTM tersebut, warga sekitarpun tidak dapat berbuat apa-apa.

Dua korban Andy dan Udin yang terjunggal ke bawah dengan kondisi kritis, setelah memperoleh pertolongan pertama dari petugas Home Care, langsung dilarikan ke rumah sakit, sedang Anggra baru bisa dievakuasi oleh beberapa warga yang naik ke atap ruko, setelah listrik padam, langsung ke bawah ke rumahnya, sekitar lima ruko dari tempat kejadian, dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Hingga berita ini diposting, kondisi Andi dan Udin masih kritis di rumah sakit, dan dalam penangan intrnsif oleh para medis(464ys)