PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
Islam

Tetap “Terhidrasi” Saat Puasa, Ini Cara Mudah Cegah “Dehidrasi” di Bulan Ramadan

668
×

Tetap “Terhidrasi” Saat Puasa, Ini Cara Mudah Cegah “Dehidrasi” di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Tetap Terhidrasi Saat Puasa, Ini Cara Mudah Cegah Dehidrasi di Bulan Ramadan
ILUSTRASI: Seorang pria menikmati segelas air saat berbuka puasa di bulan Ramadan, dengan ekspresi tenang dan puas. Di atas meja tersaji makanan yang kaya akan kandungan air, seperti semangka, mentimun, kurma, dan semangkuk sup, yang membantu menjaga hidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

MEDIASULSEL.COM—Puasa di bulan Ramadan berarti tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam setiap harinya. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan rasa lemas, pusing, hingga mulut kering.

Karena itu, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh menjadi hal yang sangat penting agar tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

Cara paling efektif adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup air. Aturan 2-4-2 bisa jadi panduan sederhana: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di antara berbuka dan sahur, serta 2 gelas saat sahur.

Hindari minum terlalu banyak dalam satu waktu karena justru bisa membuat perut terasa tidak nyaman. Lebih baik minum sedikit demi sedikit tetapi rutin.

Selain air putih, makanan juga bisa menjadi sumber hidrasi. Buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, melon, jeruk, stroberi, mentimun, serta sup berkuah dapat membantu menjaga cairan tubuh.

Mengonsumsi makanan ini saat berbuka dan sahur akan membuat tubuh lebih terhidrasi dibandingkan hanya mengandalkan air minum.

Sebaliknya, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang justru bisa mempercepat dehidrasi. Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urin dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Minuman bersoda dan tinggi gula juga bisa memperburuk kondisi karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang akhirnya meningkatkan rasa haus.

Begitu juga dengan makanan yang terlalu asin dan berminyak seperti gorengan atau camilan kemasan, yang bisa membuat tubuh lebih cepat kekurangan cairan.

Selain memperhatikan asupan cairan dan makanan, aktivitas fisik juga perlu diatur agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan.

Jika ingin tetap berolahraga selama Ramadan, pilih aktivitas ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah setelah berbuka atau sebelum sahur, agar tubuh tetap bugar tanpa risiko dehidrasi yang berlebihan.

Selama berpuasa, penting untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi. Jika mulai merasa haus yang berlebihan, urin berwarna kuning pekat, kepala terasa pusing, atau tubuh terasa lemas, itu bisa jadi sinyal bahwa tubuh kekurangan cairan.

Pastikan untuk segera mengembalikan hidrasi setelah berbuka agar kondisi ini tidak semakin parah.

Menjaga hidrasi saat berpuasa sebenarnya tidak sulit, selama kita tahu cara mengatur pola minum, memilih makanan yang tepat, serta menghindari kebiasaan yang dapat mempercepat kehilangan cairan.

Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, puasa akan terasa lebih nyaman dan lancar. Selamat menjalankan ibadah puasa!. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com