Tingkatkan Kompetensi, Guru dan Karyawan Athirah Ikuti “Jalan Kalla”

 

MAKASSAR – Dibalik eksistensi dan perkembangannya hingga saat ini, Kalla Group memiliki 5 kunci kesuksesan. Kelima kunci tersebut digali dari sejarah pendirinya, Hadji Kalla dalam merintis bisnisnya. Kalla Group menjalankan nilai-nilai Kalla atau yang disebut Kalla Way yakni kerja ibadah, apresiasi pelanggan, lebih cepat, lebih baik, dan aktif bersama. Sekaitan dengan itu, pegawai dan guru Sekolah Islam Athirah wajib mengikuti sosialisasi Jalan Kalla ini.

Tujuan pelatihan adalah agar guru dan karyawan bisa mengenali sejarah perjalanan Kalla Group. “Selain itu, agar muncul nilai-nilai dasar Jalan Kalla. Lalu, bisa tumbuh kesadaran untuk menjalankan Jalan Kalla,” kata Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril ST MPd saat menyampaikan materi dalam sosialisasi Jalan Kalla di Gedung LEC Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/10/2017).

Empat pimpinan di Kalla Group menjadi pemateri, diantaranya Direktur Pengawasan dan Kepatutan Kalla Group Anshari Bakkidu, Direktur Keuangan dan SDM PT Bumi Karsa Syaiful Kasim, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril, danCorporate Strategic Div Head Kalla GroupNurbani Opier.

Sosialisasi digelar selama sehari penuh sejak pukul 07.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Sebanyak 95 peserta dari unsur guru dan karyawan Sekolah Islam Athirah mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari unit TK, SD, SMP, dan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Kajaolaliddo, dan Kabupaten Bone.

Perihal nilai kerja ibadah, insan kalla diajak memiliki karakter, sikap, dan perilaku sebagai hamba Allah SWT dalam melakukan segala aktivitas kerja. Ihwal apresiasi pelanggan erat kaitannya dengan menghormati dan melayani manusia atau makhluk Allah SWT dalam segala interaksinya. Lebih cepat lebih baik artinya memaksimalkan semua potensi diri untuk melakukan sesuatu demi tujuan kebaikan atau produktivitas. Adapun aktif bersama maksudnya melakukan kegiatan secara tim (bersama) untuk mendapat hasil yang lebih maksimal atau mencapai target.

Bila diibaratkan sebagai pohon, maka filosofi kerja ibadah adalah akarnya. Pendukungnya terdiri dari tauhid, ikhlas, amanah, jujur, dan istiqamah. Aktif bersama digambarkan sebagaimana batang pohon. Di dalamnya memuat nilai-nilai kekeluargaan dan supatuo-sipatokkong.

Adapun filosofi lebih cepat lebih baik laksana daun pohon. Indikatornya yaitu bekerja dengan inovatif dan solutif serta efektif dan efisien. “Sedangkan apresiasi pelanggan adalah gambaran dari buah. Indikatornya adalah maju bersama (growing up together) dan sipakatau-sipakalebbi (respect to public),” kata Syamril.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM PT Bumi Karsa Syaiful Kasim menyampaikan, di dalam filosofi aktif bersama terdapat kekeluargaan dan sipatuo-sipatokkong. “Kekeluargaan artinya memperlakukan pihak lain selayaknya anggota keluarga yang dibangun atas empat nilai utama yaitu murah hati, rendah hati, komunikasi, dan melayani,” kata Syaiful.

Sipatuo-sipatokkong artinya saling membantu danmenguatkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi masing-masing individu dan mencegah terjadinya perselisihan yang dapat menurunkan produktivitas kerja.

Untuk menumbuhkan kerjasama tim, perlu saling mendengarkan, bertanya, persuasi, menghormati, menolong, berbagi, dan partisipasi diantara sesama anggota.

Direktur Pengawasan dan Kepatutan Kalla Group Anshari Bakkidu mengatakan, bekerja harus didasari tauhid yang kuat, yaitu semata menyembah kepada Allah SWT. Segala sesuatu untuk Allah SWT dan dikendalikan oleh-Nya.

Dasari bekerja dengan niat ikhlas yaitu mendapat ridha Allah SWT. Dengan niat ikhlas, maka insan kalla dapat melakukan setiap pekerjaan dan bisnis dalam kerangka menjalankan perintah Allah SWT. “Tetap disiplin dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin walaupun sedang tidak diawasi tetapi tetap merasa bahwa Allah senantiasa mengawasinya,” ujarnya.

Selain dilandasi dengan tauhid dan ikhlas karena Allah SWT, bekerja sepatutnya dilakukan dengan jujur, amanah, dan istiqamah.

Ihwal aspesiasi pelanggan, Corporate Strategic Div Head Kalla Group Nurbani Opier mengatakan, seorang insan kalla semestinya memiliki karakter saling menghargai (sipakatau), memberikan penghargaan (sipakalebbi), dan saling mengingatkan (sipakainge’).

Menurutnya, seorang guru perlu membangun kemampuan komunikasi. Dimulai dari komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan kemampuan mendengarkan. “Beri perhatian pada siswa. Dengarkan dan follow-up apa yang siswa sampaikan,” ujarnya.

Selain itu, hadapi siswa dengan senyum. Senyumlah untuk diri sendiri terlebih dahulu, lalu tersenyum untuk orang lain. Berikan penghargaan kepada siswa. “Biasakan hafal nama siswa,” katanya. (Ilmaddin Husain/4ld)

 

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register