WR II Unismuh Narasumber Webinar Nasional Inovasi & Kebijakan Pendidikan di Masa New Normal

Webinar nasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Approach Education, Sabtu pagi (15/8/2020), pada jam 09.00 Wita.

MAKASSAR – Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr.H.Andi Sukri Syamsuri, M Hum, jadi salah seorang nara sumber webinar nasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Approach Education, Sabtu pagi (15/8/2020), pada jam 09.00 Wita.

Webinar secara virtual via zoom dan YouTube dilaksanakan dalam memperingati HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI dengan mengusung tema, Inovasi dan Kebijakan Pendidikan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0 pada Masa New Normal.

Tampil selaku keynote speaker, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Prof Ir Nizam, M.Sc, DIC, Ph.D.

Pembicara lainnya, Prof Udin Syaefuddin Sa’ud, Ph.D (Guru Besar UPI); Dr.H Abdul Fikri Faqih (Wakil Ketua Komisi X DPR RI); Agusfianuddin, S.Pd, M.Pd (Dosen UNDIKMA dan Direktur Sunda Kecil Faundation) dengan moderator, Muhammad Rifqi Mahmud, S.Pd, M.Pd.

Dr Andis panggilan akrab Wakil Rektor II Unismuh Makassar, pada webinar itu mengutif filosofi orang Bugis yang berbunyi, ”riyoloi napatiroang, ri tengangai naparagara, RI munriwi napaampiri”

Arti dari filosofi itu, didepan memberi petunjuk ditengah menghibur, dibelakang dia akan mengarahkan.

Berita Lainnya

Kaitan filosofi Bugis itu dalam dunia pendidikan bahwa seseorang pendidik dan pemimpin ketika berada di depan maka ia akan memberikan petunjuk dan teladan, tutur anggota Tim Penyelia PPG Kemenristekdikti RI ini.

Sebaliknya jika berada di tengah (sedang berada di antara anak didik atau yang dipimpinnya, maka dia akan menghibur dan menyemangati/motivator, ungkap mahasiswa teladan RI 1993 ini.

Dan jika berada di belakang maka seorang pendidik dan pemimpin akan selalu mengarahkan anak didiknya atau yang dipimpinnya, tandas Timsel anggota KPU Sulsel Pemilu 2019 ini. (ulla/yah/cr/shar)

Lihat Juga:  Tim Akuntansi FEB Unismuh Makassar Juara Umum Tiga Ajang Gunadarma All About Accounting Competition

Berita terkait