OPINI—Seorang pejabat senior urusan bantuan kemanusiaan PBB, Sabtu (26/10/2024), memperingatkan, di tengah situasi yang semakin memburuk dan serangan hebat dari tentara Israel yang berlangsung selama berminggu-minggu seluruh penduduk di Gaza utara berisiko sekarat.
Joyce Msuya, pejabat senior sementara PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat mengatakan bahwa Rumah Sakit telah diserang dan para pekerja kesehatan telah ditahan. Tempat penampungan telah kosong dan dibakar, serta nasib para petugas pertolongan pertama yang telah dicegah untuk menyelamatkan orang-orang dari bawah reruntuhan (Republika, 27-10-2024).
Selain itu, Israel tak hanya menyerang Iran. Mereka turut menggempur Gaza dan Lebanon hampir dalam 24 jam terakhir melalui bom mematikan yang menewaskan banyak masyarakat sipil, termasuk anak-anak.
Al Jazeera pada Sabtu (26/10) memberitakan sedikitnya 88 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza pada Jumat (25/10), 14 di antaranya anak-anak dalam serangan atas bangunan tempat tinggal di Khan Younis. Sementara itu, setidaknya 41 orang tewas dan 133 orang terluka dalam serangan Israel dalam periode 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan Lebanon pada 25 Oktober (Cnnindonesia, 26-10-2024).
Dari kondisi tersebut, sungguh situasi Palestina makin parah akibat serangan Zionis, bahkan Zionis juga menyerang Libanon dan Iran. Namun sayang, dunia tak berdaya mengatasi kondisi yang kian buruk ini.
Peran PBB pun dalam menyelesaikan konflik Israel – Palestina telah dilakukan dengan dikeluarkannya bebagai resolusi, tapi sayang resolusi Majelis Umum PBB masih tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan hanya memiliki kekuatan moral dan politik saja.
Resolusi itu pun tidak dapat memberikan sanksi terhadap Israel, karena resolusi yang dikeluarkan tidak mengikat atau hanya menyatakan keinginan internasional. Sehingga meskipun telah ada resolusi, selama Amerika sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB selalu menggunakan hak veto terus-menerus, maka kebijakan PBB dalam menyelesaikan konflik Israel – Palestina tidak efektif dan PBB tidak dapat melakukan upaya apapun.
Inilah buah dari penerapan ideologi kapitalisme yang telah membunuh banyak jiwa di seluruh dunia dengan berbagai cara, apalagi di negeri-negeri kaum muslim. Pun menjadi bukti sistem dunia saat ini merupakan sistem yang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, jangankan negara-negara di dunia yang bukan muslim, negeri-negeri muslim saja seakan tak peduli bahkan masih menjalin kerja sama dan lebih mirisnya menjadi antek musuh islam.
Selain itu, ketidakberdayaan para pemimpin dunia dan lembaga-lembaga internasional semestinya sudah cukup menunjukkan kegagalan sistem kapitalisme dalam mewujudkan dunia yang aman dan berkeadilan.
Padahal dalam islam, umat islam digambarkan bagaikan satu tubuh. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw., “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut mengajarkan bahwa kaum mukmin semestinya secara otomatis dapat merasakan penderitaan dan kesulitan yang dialami saudaranya yang lain. Sambil ia berupaya agar penderitaan dan kesulitan saudaranya itu berkurang hingga hilang semuanya.
Sementara jika melihat penderitaan dan kezaliman yang dialami negeri-negeri muslim, tak terkecuali warga minoritas muslim, nampaknya kondisi kaum muslim saat ini jauh dari apa telah yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.
Karena itu, sungguh upaya yang dilakukan umat muslim di negeri lain belum begitu berarti. Karena bantuan yang diberikan bukan untuk menghilangkan serangan yang mereka alami, tetapi sebatas bantuan pengobatan, makanan dan yang menunjang kehidupan mereka.
Dari itu, sudah seharusnya kaum muslim bersatu untuk berusaha membantu saudara mereka. Terutama mengirimkan tentara kaum muslim dalam membantu perjuangan mereka. Hal itu juga didukung oleh pemimpin yang merupakan perisai umat.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya imam (pemimpin) adalah perisai, orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR. Muslim).
Hal tersebut pun hanya mungkin direalisasikan, jika aturan Allah Swt. dapat diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam bingkai sistem islam.
Oleh karena itu, hal yang tak mudah menghilangkan penderitaan rakyat Palestina, bila sistem yang ada tak sesuai dari harapan umat. Dari itu, sudah semestinya kaum muslim kembali pada sistem yang bersumber pada aturan Sang Pencipta yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga mampu mewujudkan rahmatan lil alamin. Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Fitri Suryani, S.Pd (Freelance Writer)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

















