PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Valas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Valas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan
MakassarSulsel

Belasan Tahun Bertahan Diantara Puing Sisa Kebakaran, Leni Menyerah Dibujuk Yudi

2587
×

Belasan Tahun Bertahan Diantara Puing Sisa Kebakaran, Leni Menyerah Dibujuk Yudi

Sebarkan artikel ini
Belasan Tahun Bertahan Diantara Puing Sisa Kebakaran, Leni Menyerah Dibujuk Yudi
Situasi tempat tinggal Leni selama belasan tahun sebelum dibersihkan. (Mediasulsel.com/Dok)

MAKASSAR—Semenjak rumahnya terbakar belasan tahun yang lalu, Leni beserta anaknya kokoh tak mau pindah dan tetap bertahan diantara puing-puing sisa kebakaran di Jalan Sultan Alauddin, Kel. Pabaeng-Baeng, Makassar, untuk tinggal dan mengais rejeki dengan menjual makanan jadi.

Namun berkat pendekatan persuasif yang dilakukan Lurah Pabaeng-Baeng, Yudi, akhirnya Sabtu (13/8/2022) Lurah Yudi bekerja sama dengan Ketua Yayasan Kwantong membersihkan sisa kebakaran untuk selanjutnya akan dibangunkan rumah tinggal untuk Leni beserta keluarga.

Menurut Ketua Yayasan Kwantong, Jonrik, hal ini bermula saat dirinya dipanggil Ketua Yayasan Budi Luhur, usai Ketua Yayasan Budi Luhur meninjau keluarga tersebut, kemudian memerintahkan kepadanya untuk menyelesaikan maslah tersebut.

“Sudah beberapa kali kami berusaha untuk mencoba memberikan pengertian kepada keluarga ini, bahwa kami akan membangunkan rumah buatnya. Ketua perkumpulan wanita juga sudah datang menemuinya, tapi memang tidak mau pindah takut rumahnya diambil orang. Tapi syukur saat ini sudah bisa kami bujuk, untuk pindah sementara sambil menunggu rumahnya dibangun oleh Yayasan,” jelas Jonrik.

Jonrik memperkirakan untuk membangun kembali rumah tersebut dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan, olehnya itu untuk sementara Yayasan memindahkan mereka ke rumah kontrak sambil menunggu pembangunan rumahnya selesai.

Sementara itu menurut Lurah Pabaeng-baeng Yudi kegiatan tersebut sangat bermanfaat terlebih dilaksanakan jelang hari kemerdekaan dan adanya penilaian adipura dan lokasi tersebut menjadi titik penilaian.

“Kami bersyukur bisa menyelesaikan masalah ini bersama Yayasan Kwanton Untuk memberikan kehidupan yang layak kepada ibu itu dan anaknya. Kami telah membersihkan lokasi ibu itu dan Alhamdulillah kami bisa memindahkan sementara di jalan Bontosua. Dikontrakkan 2 bulan untuk menunggu rumahnya dibenahi Pak Jon Ketua Kwanton,” ucap Yudi.

Yudi berharap setelah dua bulan, ibu Yeni dan keluarga dapat kemabli menempati rumah barunya di lokasi tersebut dan bisa mendapat kehidupan yang layak, serta tidak tidur bersama sampah lagi. (70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com