JENEPONTO—Aliansi Pemuda Jeneponto melakukan aksi demo di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), di Bontosunggu Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa (7/2/2023).
Puluhan aktivis Aliansi Pemuda Jeneponto menggeruduk kantor Dinas PUPR Jeneponto dibawah penanggungjawab Yusri. Adapun aktivis Edy Subarga sebagai orator aksi.
Aksi ini dipicu adanya temuan di lapangan berdasarkan hasil pemantauan diketahui adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi masalah mutu kualitas dan kuantitas pengaspalan jalan.
Adapun temuan diantaranya, temuan spesifikasi aspal yang digunakan pada pemeliharaan jalan Tolo-Bontorappo, Pao-Bungeng, dan Karisa-Jalan Karya.
Dengan adanya temuan tersebut di atas, maka Aliansi Pemuda Jeneponto melontarkan berbagai macam tuntutan, seperti meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memeriksa LPJ Bupati Jeneponto terkait bantuan dana hibah.
“Meminta BPK RI mengaudit PPK dan PPTK peningkatan ruas jalan 1, 2, 3 serta pemeliharaan jalan Dinas PUPR. Kami juga mendesak BPK RI perwakilan Sulsel untuk mencari tahu kebenaran sapi yang mati di Desa Palajau, Kelurahan Tolo, dan Kelurahan Balang Toa,” pintanya.
Mereka pun meminta bidang peternakan untuk memperlihatkan dokumentasi, waktu, tanggal, dan tempat sapi yang mati beserta data nomor hertek.
“Agar BPBD memperlihatkan SKKH dan SKLB sehingga anggaran bisa dicairkan 100 persen. BPBD memperlihatkan bukti pemeriksaan dan nama dokter yang memberikan SKKH dan SKLB,” kata Yusri dan kawan-kawan.
Selain itu, para aktivis ini juga meminta BPK RI perwakilan Sulsel untuk memeriksa Kepala Desa Palajau dalam dugaan keterlibatannya pada kelompok penerima ternak sapi atas validasi data kelompok tani.
“Dan meminta tranparansi semua ketua kelompok terkait bukti penerimaan sapi,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Mashuri justru mengapresiasi aksi yang dilakukan Aliansi Pemuda Jeneponto.
“Alhamdulilla, saya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan Aliansi Pemuda Jeneponto karena dia membantu kami dalam hal pengawasan. Tapi, saya mau dibantu secara program juga atau masukan-masukan,” katanya.
Diakhir aksi, pendemo naik ke lantai dua di ruangan Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, untuk melakukan audiensi soal apa yang menjadi tuntutan mereka. (*)














