JENEPONTO—Pengendara kendaraan bermotor utamanya kendaraan roda dua agar berhati-hati ketika melewati Jalan Sultan Hasanuddin (eks Jalan Pelita) Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Pasalnya, tepat di depan Sekretariat Kiwal (lewat kantor Kejaksaan Negeri) ada lubang menganga yang sewaktu-waktu dapat membahayakan nyawa pengendara kendaraan roda dua.
Untuk itu, sebagai bentuk rasa keprihatinan dengan seringnya jatuh korban pengendara kendaraan roda, maka salah satu warga, Gawe Daeng Tunru berinisiatif memasang tanda yaitu dengan memasang meja dengan posisi berdiri tepat di tengah jalan raya.
Gawe Daeng Tunru menceritakan kepada Mediasulsel.com, Sabtu (18/2/2023), bahwa hal ini ia lakukan lantaran seringnya terjadi kecelakaan tunggal yaitu adanya pengendara kendaraan roda dua jatuh saat melewati lubang yang menganga.
“Sudah seringkali terjadi kecelakaan di sini, orang naik motor jatuh saat lewat di jalan berlubang ini. Bahkan, kemarin ada lagi yang jatuh dan banyak lukanya kasihan, sehingga kami bersama-sama mengangkatnya,” ungkap Gawe Daeng Tunru yang juga Ketua Persatuan Artis Musik Melayu (PAMMI) Kabupaten Jeneponto.
Untuk itu juga, ia tidak menginginkan bertambahnya korban jatuh. “Saya sengaja memasang berbagai barang sebagai tanda agar pengendara yang lewat dapat lebih berhati-hati dan dapat menghindari jalan berlubang,” bebernya.
Ia pun mengaku, sempat diberikan pembeli semen satu sak dari Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, tujuannya agar jalan berlubang itu sesegera mungkin ditambal dengan menggunakan campuran semen dan material.
“Waktu ketemu pak Sekda di masjid An Nur depan SMPN 1, sesudah sholat subuh tadi, saya dititipi pembeli semen 1 sak. Pak Sekda bilang supaya ditambal ini jalan yang rusak dan berlubang,” tuturnya.

Lanjut Gawe Daeng Tunru, menurutnya hal ini dilakukan Sekda Jeneponto lantaran seringnya juga didengar adanya korban jatuh dari motor.
“Pak Sekda dengar itu kalau sering ada korban jatuh, karena rumahnya pak Sekda dekat dari sini (di belakang SMPN 1 Binamu),” terangnya.
Sebagai warga Jeneponto, Gawe Daeng Tunru pun mengharapkan pihak pemerintah Kabupaten Jeneponto agar segera memperhatikan memperbaiki atau menambal jalan-jalan berlubang.
“Saya harap agar jalan berlubang seperti ini segera diperbaiki karena membahayakan nyawa pengendara kendaraan utamanya roda dua. Apalagi di sini jalannya tidak kelihatan saat turun hujan disebabkan adanya genangan air yang menutupi,” harapnya. (*)














