OPINI—Tugas utama seorang wanita adalah menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan yang dimilikinya. Tentu saja mereka bisa melakukan apa yang mereka sukai, dan apa yang ingin mereka gunakan.
Tetapi hal tersebut haruslah sesuai dengan standar kenyamanan diri masing-masing agar tetap merasa aman dan nyaman. Oleh sebab itu, bagi para wanita harus pandai dalam menjaga diri atau setidaknya menghindari hal-hal yang dapat membahayakannya.
Namun sangat disayangkan, di zaman sekarang banyak dari kaum pria yang dengan mudahnya mengolok-olokkan wanita, terlebih karena fisiknya. Bahkan dengan gampangnya menyakiti wanita. Seperti contoh, KDRT dalam rumah tangga sampai dengan pelecehan seksual baik secara verbal ataupun non verbal. Dimana hal tersebut sedang maraknya saat ini.
Kasus-kasus yang telah dialami oleh kaum Wanita hendaknya bisa menjadi pelajaran agar tidak banyak terjadinya penyimpangan dikemudian hari. Penerapan sikap-sikap perempuan yang sebagaimana mestinya bisa dilihat bagaimana perempuan Minangkabau bersikap.
Perempuan Minang sangat menjaga sikapnya serta dihormati oleh para lelaki sehingga jarang terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dapat kita rasakan pada saat sekarang ini.
Perempuan Minang memiliki peran penting dalam masyarakat, maka dengan hal itu sikap dan tutur perempuan Minang bisa dijadikan pedoman untuk situasi zaman sekarang agar penyimpangan ini dapat teratasi. Dapat digaris bawahi peran perempuan sangat penting bagi kehidupan.
Kehadiran sosok perempuan di Minangkabau sangat dihargai dan dianggap penting dalam masyarakat. Masyarakat Minangkabau menganut prinsip kekerabatan yaitu sistem matrilineal yang mengatur hubungan kekerabatan melalui garis keturunan ibu.
Dengan prinsip ini, seorang anak akan mengambil suku sesuai dengan garis keturunan ibunya. Garis turunan ini juga mempunyai arti pada penerusan harta warisan, di mana seorang anak akan memperoleh warisan menurut garis ibu.
Warisan yang dimaksud adalah berupa harta peninggalan yang sudah turun-temurun menurut garis ibu. Perempuan dijunjung tinggi karena beban yang ia hadapi cukup berat dalam menjaga harta pusaka kaumnya namun tidak menutup kemungkinan derajat laki-laki bagi masyarakat Minangkabau juga penting.
Salah satu petatah petitih yang menggambarkan sosok perempuan Minangkabau yaitu, Limpapeh rumah nan gadang, Acang-acang dalam nagari, Muluik manih kucindan murah, Rang kampung sayang kasadony.
Dari pepatah ini dapat kita lihat bahwa perempuan Minangkabau merupakan penghias rumah gadangnya, dan ini berarti bahwa kehidupannya semestinya berputar sekitar rumah gadang tersebut.
Fungsi wanita pada dasarnya adalah untuk meneruskan keturunan keluarga (paruik/sukunya) demi kejayaan suku tersebut. Kalau kita mengadakan suatu analogi, kedudukan wanita Minangkabau dalam masyarakatnya barangkali dapat dikatakan hampir seperti ’ratu lebah’ (queen bee) yang tugas utamanya menghasilkan madu dan anak-anak sedangkan pekerja dan prajuritnya laki-laki. (*)
Penulis: Maisya Kartika (Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas Padang)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












