MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Daeng berhasil meraih predikat Parahita Ekapraya (PPE) kategori Nindya, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilannya dalam mengarusutamakan gender serta memperkuat perlindungan perempuan dan anak.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Prioritas Kementerian PPPA RI yang berlangsung di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (23/5/2025).
Menariknya, Makassar menjadi satu-satunya daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang meraih kategori Nindya. Sementara lima daerah lainnya hanya mencapai kategori Madya.
Capaian ini menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam membangun sistem yang inklusif dan berkeadilan gender di semua lini pembangunan.
Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga hingga tingkat komunitas.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Perlu sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Melinda, Sabtu (24/5/2025).
Menurutnya, keluarga tetap menjadi fondasi utama pembinaan anak, namun harus diperkuat dengan dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat.
Melinda juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Makassar sebagai kota ramah perempuan dan anak, sekaligus mendukung target besar Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Menteri PPPA RI, Arifah Choiri Fauzi, menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam memastikan terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak secara merata dan adil.
“Sinergi ini penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Perlindungan dan pemberdayaan harus hadir di setiap daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arifah juga mengumumkan alokasi DAK Non Fisik Tahun 2025, dengan Makassar menjadi salah satu dari 19 daerah penerima di Sulsel.
Makassar memperoleh alokasi Rp505,6 juta untuk memperkuat layanan pengaduan, edukasi publik, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk pengembangan kanal SAPA 129.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Achi Soleman.
Dengan penghargaan ini, Makassar menegaskan perannya sebagai pelopor daerah ramah perempuan dan anak di kawasan timur Indonesia, sekaligus contoh konkret pembangunan inklusif berbasis kesetaraan. (70n/Ag4ys/4dv)













