SIDRAP – Kebiasaan menghentikan konsumsi obat antihipertensi karena merasa tubuh sudah kembali sehat masih ditemukan di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yang menggelar program GERCEP (Gerakan Cegah dan Peduli Hipertensi) di Toddang Teppo, Lingkungan 2 Pajalele, Kelurahan Kanyuara, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (24/7/2026).
Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh Mutiara Dwi Lathifahtul Ulyaa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Kegiatan mengombinasikan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, dan edukasi secara langsung kepada masyarakat sebagai dukungan terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Empagae.
Sebanyak 35 warga, yang mayoritas merupakan lanjut usia (lansia), mengikuti kegiatan yang digelar di dua titik agar lebih mudah dijangkau. Dalam penyuluhan, peserta diberikan pemahaman bahwa hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala, namun berisiko menyebabkan stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal jika tidak dikendalikan.
Masyarakat juga diedukasi mengenai penerapan perilaku CERDIK, mulai dari rutin memeriksa kesehatan, mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, menghindari rokok, hingga mengelola stres sebagai langkah mencegah dan mengendalikan hipertensi.
Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan masih ada warga yang baru mengetahui tekanan darahnya berada di atas batas normal. Mereka langsung diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Empagae agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu, tim KKN juga menemukan sejumlah lansia yang telah lama didiagnosis hipertensi, tetapi tidak lagi rutin mengonsumsi obat karena merasa kondisi tubuhnya sudah membaik. Temuan tersebut menjadi fokus edukasi individual yang menekankan pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

“Banyak warga yang ternyata sudah mengetahui dirinya hipertensi, tetapi belum memahami pentingnya kontrol rutin dan kepatuhan minum obat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap tekanan darahnya dan tidak menghentikan pengobatan tanpa anjuran tenaga kesehatan,” ujar Mutiara.
Melalui program GERCEP, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin terbiasa memantau tekanan darah secara berkala dan menjalani pengobatan secara konsisten. Upaya sederhana tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi hipertensi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Alya Rezky Isnaeni (Mahasiswa Kedokteran Unhas)













