PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pria Paruh Baya Dianiaya di SPBU Labuaja BoneSetahun Butuh 2.200 Kantong Darah, PMI Toraja Utara Serukan Gerakan Donor TetapDugaan “Peternak Siluman” di Rombongan Bupati Bone, Pemkab Diminta Buka DataLahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di DukcapilAntrean BBM Padat, Pertamina Tambah 16 SPBU 24 Jam di MakassarBBM-LPG Sulsel Bikin Warga Menjerit, JMSI Sebut Terparah Sepanjang Indonesia MerdekaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pria Paruh Baya Dianiaya di SPBU Labuaja BoneSetahun Butuh 2.200 Kantong Darah, PMI Toraja Utara Serukan Gerakan Donor TetapDugaan “Peternak Siluman” di Rombongan Bupati Bone, Pemkab Diminta Buka DataLahir di RSUD Jeneponto, Akta Kelahiran Tak Lagi Harus Antre di DukcapilAntrean BBM Padat, Pertamina Tambah 16 SPBU 24 Jam di MakassarBBM-LPG Sulsel Bikin Warga Menjerit, JMSI Sebut Terparah Sepanjang Indonesia Merdeka
Nasional

ICW Desak DPR Transparan Tentukan PAW Ombudsman, Ingatkan Jangan Abaikan Hasil Seleksi

83
×

ICW Desak DPR Transparan Tentukan PAW Ombudsman, Ingatkan Jangan Abaikan Hasil Seleksi

Sebarkan artikel ini
Plt Koordinator ICW
Pelaksana Tugas (Plt.) Koordinator ICW, Almas Sjafrina.

JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak DPR RI menjalankan proses penunjukan Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Ombudsman RI secara terbuka, akuntabel, dan berlandaskan hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya. ICW menilai langkah tersebut penting untuk menjaga independensi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Ombudsman.

Dalam keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Jumat (24/7/2026), Pelaksana Tugas (Plt.) Koordinator ICW, Almas Sjafrina, menegaskan DPR telah memiliki dasar yang jelas dalam menentukan PAW, yakni daftar hasil seleksi calon Anggota Ombudsman periode sebelumnya yang telah disusun berdasarkan nomor urut.

Menurut ICW, calon yang berada pada urutan berikutnya, Wahida Suaib, tidak memiliki catatan yang menimbulkan persoalan integritas. Karena itu, DPR seharusnya menjadikan hasil seleksi tersebut sebagai acuan utama.

ICW mengingatkan bahwa mengabaikan urutan hasil seleksi tanpa alasan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan hanya akan memunculkan pertanyaan publik mengenai objektivitas, independensi, serta motif di balik keputusan DPR.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul belum adanya penjelasan terbuka dari pimpinan DPR mengenai nama PAW Anggota Ombudsman yang ditetapkan dalam sidang penetapan. Situasi itu diperkeruh dengan pernyataan salah seorang anggota DPR yang sebelumnya menyebut DPR tidak wajib mengikuti nomor urut hasil seleksi.

Akibatnya, informasi mengenai calon yang akan mengisi posisi tersebut menjadi simpang siur. Di tengah kondisi itu, beredar dugaan bahwa DPR akan menetapkan Radian Syam sebagai PAW Anggota Ombudsman. Dalam hasil seleksi sebelumnya, Radian berada di nomor urut 11 dan diketahui merupakan anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

ICW menilai proses pengisian jabatan Ombudsman harus menjadikan integritas sebagai pertimbangan utama. Organisasi antikorupsi itu mengingatkan kasus korupsi yang menjerat Hery Susanto menjadi pelajaran bahwa lembaga pengawas pelayanan publik harus diisi figur yang profesional, independen, dan bebas dari konflik kepentingan.

Menurut ICW, DPR tidak semestinya memilih calon yang memiliki kedekatan atau rekam jejak dengan kepentingan politik praktis karena kondisi tersebut berpotensi menggerus independensi Ombudsman dalam menjalankan fungsi pengawasannya.

ICW juga menegaskan pengisian PAW Anggota Ombudsman tidak boleh dipandang sekadar mengisi kekosongan jabatan. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi momentum untuk memulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Ombudsman RI.

Karena itu, ICW meminta DPR memastikan keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada rekam jejak integritas, kompetensi, independensi, serta proses seleksi yang transparan dan akuntabel. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo (Akademisi UNUSIA)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com