PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangDi Tengah Efisiensi, Dinas PPKB Bone Habiskan Rp2,2 Miliar untuk Makanan dan MinumanPolda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan LaporanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangDi Tengah Efisiensi, Dinas PPKB Bone Habiskan Rp2,2 Miliar untuk Makanan dan MinumanPolda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan Laporan
Makassar

LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan

10
×

LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan

Sebarkan artikel ini
gas melon

MAKASSAR — Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) mulai dikeluhkan warga Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi pun mendesak PT Pertamina tak sekadar menambah pasokan, tetapi membongkar persoalan distribusi hingga ke tingkat pangkalan.

Appi meminta Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3 kg sekaligus memperketat pengawasan agar gas bersubsidi tersebut benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia dan mudah diperoleh oleh warga yang memang berhak menerima subsidi. Jadi, kita berharap pihak Pertamina memastikan ketersediaan,” tegas Appi, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, persoalan kelangkaan tidak cukup diselesaikan dengan menambah kuota. Jalur distribusi juga harus diperiksa secara menyeluruh, termasuk memastikan pangkalan resmi menjual LPG bersubsidi sesuai ketentuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Appi bahkan meminta Pertamina segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi terhadap pangkalan-pangkalan resmi. Langkah itu dinilai penting untuk menemukan kemungkinan penyimpangan yang membuat LPG 3 kg sulit diperoleh masyarakat.

“Harus ada surat edaran atau apa yang menegaskan bahwa penggunaan LPG ini memang sudah ada aturan yang diatur, digunakan kepada masyarakat yang berhak. Jangan dipakai kepada orang yang tidak berhak,” ujar Ketua IKA FH Unhas tersebut.

Appi menegaskan, LPG 3 kg bukan komoditas biasa karena di dalamnya terdapat subsidi pemerintah. Karena itu, setiap kilogram LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran berpotensi mengurangi hak masyarakat yang seharusnya menerima.

“Karena apa? Karena ini ada subsidi di dalamnya, ada haknya orang yang harus diberikan kepada mereka,” katanya.

Persoalan LPG 3 kg tersebut juga telah dibahas Appi bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Pertamina. Pembahasan itu mencakup solusi atas kebutuhan energi masyarakat, termasuk persoalan antrean dan ketersediaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.

Ia menilai penanganan persoalan energi membutuhkan pengawasan lintas sektor yang kuat. Pemerintah tidak boleh membiarkan masalah di tingkat distribusi berubah menjadi beban baru bagi masyarakat.

“Ini memang butuh Satgas yang sangat kuat, secara komprehensif, secara bersama-sama untuk memastikan ketersediaan bagi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Appi memastikan Pemkot Makassar akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan energi dasar masyarakat. Ia berharap distribusi LPG 3 kg berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pasokan, penyaluran hingga penjualan di pangkalan.

“Yang penting agar LPG 3 kg yang merupakan bersubsidi, tidak mengalami kelangkaan akibat persoalan distribusi maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran,” pungkas Appi. (70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com