PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Opini

Kemenangan Idul Fitri

2355
×

Kemenangan Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

“Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin” itulah ucapan amat familiar menjelang 1 syawal 1438 Hijriah, ketika bulan sabit sudah mulai menampakkan wajahnya. Pertanda ramadhan telah meninggalkan kita, Bukan meninggalkan untuk selama-lamanya seperti “Roh” manusia tapi ramadhan akan di nikmati kembali setelah melewati fase sebelas bulan lamanya.

Disinilah manusia kembali suci dan bersih, setelah melewati puasa sebulan lamanya. Menahan nafsu amarah, menjauhi hal yang dilarang ketika melaksanakan puasa. Kesucian diri ini semoga mampu dipertahankan selamanya karena puasa bukan hanya ada di bulan ramadhan tetapi beberapa puasa sunnah juga mampu melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk puasa senin-kamis, puasa daud dan beberapa puasa sunnah lainnya, yang aroma khas ramadhannya tak jauh berbeda.

Jangan terlalu bersedih dengan ditinggalkannya bulan ramadhan sebisa mungkin kita berbahagia menyambut hari kemenangan. Sebagaimana kita berperang melawan hawa nafsu, inilah perang paling berat dan paling utama sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad melawan dirinya dan hawa nafsunya” (diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjr dari Abu Dzarr Radiyallahu Anhu)

Di hadits lain ada yang paling meninggikan derajatnya melawan hawa nafsu. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pulang dari sebuah perang, lalu rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda kepada sahabat-sahabat beliau: “Kalian datang dengan datang yang baik, kalian datang dari jihad kecil menuju jihad yang besar”. Sahabat bertanya: “Apakah gerangan jihad yang besar”. Sahabat bertanya: “Apakah gerangan jihad besar itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam pun menjawab: “Berperangnya hamba melawan hawa nafsunya” (dikutip dari kitab al-zuhd dan hadits ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi)

Oleh karena itu ada baiknya sebagai ummat Islam yang berhasil menjalankan puasa di bulan Ramadhan sebulan lamanya untuk bergembira menyambut Hari Raya Idul fitri dengan penuh hikmah. Saling berjabat tangan sebagai simbolitas silaturahmi dan menggurkan dosa-dosa. Bermaafan baik kaum muslim dan Non muslim agar keakraban tetap terjalin baik berbeda Agama, Mahzab, dan keyakinan sebab hari raya idul fitri sebagai momentum paling istimewa untuk berkunjung ke sanak keluarga dan tetangga demi menjaga ukhuwa islamiyah.

Momentum berbahagia ini di manfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan kasih sayang antar sesama manusia sebagai bentuk “hamblum minannas” hubungan antar sesama manusia. Di hari nan fitri ada banyak makanan khas yang tersedia di meja makanan kita sebagai bentuk rasa syukur tapi tak semua mampu menghidangkan makanan istimewa, seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan masakan khas lainnya. Oleh karena itu perlunya berbagi kepada ummat muslim yang tak mampu membahagiakan diri di hari nan fitri agar kebagian itu tertular kepada seluruh ummat muslim.

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dari segenggam tanah seharusnya harus bersifat tanah, tetap tawadduh dalam bersikap. Tak seperti iblis yang terbuat dari api selalu berkobar, suka nyinyir dan mudah marah. Dengan kembalinya ummat muslim kepada yang fitri dan menjalani madrasah ramadhan mampu menjadikan diri bersikap tawadduh tak mudah marah dan lebih produktif.

Karena sebetulnya ummat muslim mengalami kemunduran pada produktivitas dan keilmuan sejak muncul kaum radikal agama, tak menerima islam ada dalam filsafat dan di cordoba pernah terjadi pembakaran buku filsafat islam dikarenakan filsafat islam itu menyesatkan, katanya agama Islam tak perlu dilogikan disinilah awal mula kemunduran Islam .

Padahal dalam sejarah silam memperlihatkan keperkasaan sebagai agama super power dengan beberapa ilmuan muslim seperti Ibnu sina, ibnu khaldun, ibnu batutha, dan beberapa ilmuan islam mencengankan dunia. Sebagian orang non-muslim pun menerapkan ilmuan islam.

Dengan berakhirnya bulan ramadhan ini, ummat muslim sedunia merayakan secara seksama demi merenungkan diri apa arti sebulan puasa. Meruntuhkan nafsu amarah sebulan lama hingga meraih kemenangan di hari raya idul fitri. (Ikhlasul Amal Muslim)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com