PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tarakan Belajar PAUD HI ke Makassar, Tiru Praktik Kota Layak Anak • Nilai Siswa Jangan Berhenti di Rapor, Guru Gowa Diajak Baca Data untuk Bongkar Masalah Pembelajaran • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka • Mengajarkan Pergaulan Islami dari Ibu untuk Remaja • Paris Yasir Jenguk Pasien dan Tinjau IGD RSUD Jeneponto • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tarakan Belajar PAUD HI ke Makassar, Tiru Praktik Kota Layak Anak • Nilai Siswa Jangan Berhenti di Rapor, Guru Gowa Diajak Baca Data untuk Bongkar Masalah Pembelajaran • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka • Mengajarkan Pergaulan Islami dari Ibu untuk Remaja • Paris Yasir Jenguk Pasien dan Tinjau IGD RSUD Jeneponto • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku •
Gowa

MOU dengan Kampus Widya Buana Semarang, UPA Siap Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Aparat Desa

684
×

MOU dengan Kampus Widya Buana Semarang, UPA Siap Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Aparat Desa

Sebarkan artikel ini
MOU dengan Kampus Widya Buana Semarang, UPA Siap Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Aparat Desa
Universitas Patria Artha (UPA) Makassar melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dengan Akademi Keuangan Perbankan (AKP) Widya Buana, Sabtu (19/6/2021).

GOWA—Universitas Patria Artha (UPA) Makassar melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dengan Akademi Keuangan Perbankan (AKP) Widya Buana, Sabtu (19/6/2021).

Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis mengatakan, Penandatanganan MoU tersebut, dalam rangka kerjasama pelatihan sekaligus sertifikasi terkait pengelolaan keuangan para aparat pemerintah desa (Pemdes), khususnya di wilayah kerja Jawa Tengah (Jateng).

“Kerjasama tentang perbankan dan keuangan. Tiap tahunnya ini kan anggaran desa itu Rp 94,8 triliun. Ini sebenarnya aparat desa kalau dilatih kompetensi ini akan mencegah pemborosan keuangan negara,” ujar Bastian Lubis.

Lebih lanjut, Bastian menjelaskan bahwa UPA siap terlibat dalam memberikan pelatihan sertifikasi para aparat desa, apalagi menyangkut pengelolaan keuangan negara.

“Sehingga ada suatu multiflayer effect yang akan berdampak kepada pembangunan ekonominya, Karena sudut pandang kita adalah bagaimana menciptakan ekonomi setelah pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur AKP Widya Buana Semarang Yudhi Kurniawan mengatakan Penandatanganan MoU ini dapat menjawab persoalan pengelolaan keuangan di desa-desa, khususnya di Jawa Tengah.

Dia mengaku pihaknya berinisiatif melakukan pelatihan tersebut yang rencananya akan dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Sehingga muncul gagasan sekalian semuanya dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan desa supaya aman dari sisi hukum dan keuangan,” katanya.

Selain itu, Yudhi mengaku, pelatihan sertifikasi pengelolaan keuangan desa itu rupanya mendapatkan respon positif para aparat desa, hingga hari ini sudah ada 1.200 Pemdes ajukan pendaftaran. Hanya saja untuk saat ini kuota yang ada 100-200 desa.

“Indonesia? Harusnya, tapi kita buat di Jawa Tengah, ini bertahap. 100 sampai 200, tapi laporan di Jawa Tengah hari ini sudah ada 1.200 siap untuk mendaftar, tapi jatah kita 100-200 dulu. Ini sebuah peluang dan kesempatan,” jelasnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com