Beranda » Daerah » Anggota DPRD Selayar Soroti Kerusakan RSUD KH Haiyung
Daerah

Anggota DPRD Selayar Soroti Kerusakan RSUD KH Haiyung

SELAYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Haiyung Benteng mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kepulauan Selayar, Awiluddin Sihak, SH, MH. Pasalnya, sejumlah bangunan fisik di koridor yang menjadi jalur evakuasi utama pasien menuju ruang perawatan Jeruk dan Melinjo sudah sangat memperhatikan.

Anggota DPRD Komisi Pendidikan dan Kesehatan itu menjelaskan, kerusakan beberapa bagian plafon bangunan koridor rumah sakit yang berpotensi mengancam keselamatan pengunjung baik dari pihak keluarga pasien, perawat, dan ataupun pasien, saat akan dievakuasi dari ruang instalasi gawat darurat menuju ruang perawatan,”

“Kerusakan-kerusakan lain terlihat pada bangunan pos jaga satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) serta pos security rumah sakit yang beberapa bagian dindingnya mulai terlihat retak,” jelas Awiluddin Sihak kepada wartawan, Minggu (8/7/2017) malam.

Hal serupa terlihat pada area pelataran parkir utama rumah sakit yang kian memprihatinkan. Pada atap bagian samping bangunan laboratorium rumah sakit yang mulai berjatuhan ke tanah. Beberapa bagian dinding rumah sakit juga mulai nampak memprihatinkan dengan kondisi cat yang terlihat kusam dan terkelupas katena termakan usia.

“Komisi Pendidikan dan Kesehatan akan segera mempertanyakan persoalan ini kepada instansi terkait Dinas Kesehatan dan RSUD KH. Haiyung, Benteng melalui rapat kerja dan evaluasi antara DPRD dengan eksekutif selaku mitra kerja sejajar lembaga legislatif,” terang Awil.

Persoalan estimasi kebutuhan anggaran renovansi bangunan koridor dan pos jaga rumah sakit sepenuhnya diserahkan kepada dinas kesehatan dan RSUD KH. Haiyung untuk membuat usulan ke DPRD Kepulauan Selayar dan selanjutnya akan dibawah ke tahap pembahasan anggaran pokok TA. 2018.

“Permasalahan penataan kembali area pelataran rumah sakit kata Awiluddin telah dianggarkan pada tahapan pembahasan anggaran pokok TA. 2017 senilai seratus juta rupiah. Pekerjaannya pun dipastikan akan rampung tahun ini,” ujarnya.

Tahapan pembahasan anggaran perubahan TA. 2017 sendiri dipastikan baru akan mulai bergulir pada medio bulan September 2017 mendatang. Untuk menghindari potensi temuan dalam tahap pembahasan anggaran perubahan, anggota DPRD Kepulauan Selayar menjamin tidak akan membahas ataupun menyelipkan anggaran pembangunan fisik dalam tahapan penyusunan RAPBD Perubahan TA. 2017 dengan mempertimbangkan sempitnya ruang waktu pengerjaan proyek.

Menjawab aspirasi dan keluhan tenaga perawat rumah sakit yang meminta peningkatan kesejahteraan, Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kesehatan Kepulauan Selayar, Awiluddin Sihak menyatakan, pengalokasian anggaran uang jaga senilai Rp25 ribu per shift untuk tenaga perawat, suster, dan bidan yang bertugas di RSUD KH Haiyung dianggap telah cukup memadai. (fs/4shr)