Beranda Opini Antisipasi Kelangkaan Masker dan Hand Sinitizer

Antisipasi Kelangkaan Masker dan Hand Sinitizer

0
57
Ines Fatikasari (Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)

OPINI – Virus Corona atau Covid-19 menjadi topik panas sejak dua pekan terakhir. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia. Apalagi setelah terdengar berita bahwa virus ini memakan ratusan hingga ribuan orang dalam waktu singkat.

Dikutip dari Center For Diseases Control and Prevention virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit saluran pernapasan yang pertama muncul di negara Tirai Bambu atau China tepatmya di Kota Wuhan, Tiongkok.

Sebagaimana yang kita ketahui dari beberapa berita salah satunya IDN Times asal muasal adanya virus ini bersalal dari hewan kelelawar, ular dan unggas-unggasan yang dikonsumsi mentah.

Indonesia adalah salah satu negara yang terkena dampak wabah penyakit ini. Hingga menimbulkan masalah yaitu langkanya bahan pelindung dari virus ini yaitu Masker dan Hand Sinitizer.

Dua bahan ini adalah kebutuhan yang tidak pokok sebelum datangnya wabah penyekit Covid-19, tetapi sekarang masker dan hand sinitizer menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia khusus nya di Ibukota Jakarta, yang menjadi kota paling banyak terkena covid-19.

Situasi Virus Corona per 21 Maret 2020 Pukul 16.28 Wib (Sumber: covid19.go.id)

Hingga hari ini tanggal 21 Maret 2020 pukul 16.28 tercatat sebanyak 450 positif terjangkit Covid-19, 38 orang meninggal, serta 528 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Secepat kilat wabah ini menular yang awalnya dari hewan ke manusia kemudian dari manusia ke manusia lainnya. Meskipun Pemerintah sudah berkoar tentang pencegahan virus corona ini tetapi masih merajalela saja, setiap hari nya ada saja yang menjadi korban.

Bahkan Menteri perhubungan sekarang positif Corona. Sepertinya Pemerintah kurang tegas dan belum ada action yang mantap untuk benar-benar menghentikan wabah penyakit berhenti.

Kurangnya kesadaran dari masyarakat menimbulkan masalah baru, menimbun masker dan hand sanitizer untuk keuntungan pribadi membuat masyarakat lainnya tidak mendapatkan dua bahan ini.

Sedangkan negara kita ini masih berjalan kegiatan di luar sehingga masih banyak lapisan masyarakat yang berhubungan atau berinteraksi.

Berbeda dengan Negara maju ini sekaligus negara yang menyebabkan adanya Covid-19, China dengan siapnya mengatasi wabah penyakit bisa mendirikan rumah sakit khusus Corona dalam waktu satu minggu.

Dan meng LockDown Beberapa Kota di China agar tidak ada interaksi antar masyarakat sehingga tidak menambah angka positif Corona.

Indonesia masih jalan ditempat tampaknya, bagaimana tidak? Sampai saat ini belum ada tindakan yang tegas untuk menghentikan wabah semakin meluas.

Kegiatan kantor baik swasta maupuk sektor publik masih aktif. Meskipun demikian beberapa instansi sudah menjalan kan pencegahan dengan mengukur suhu tubuh pegawai/karyawan dan memfasilitasi hand sanitizer.

Dan beberapa sekolah di Indonesia khususnya Jakarta sudah merumahkan siswa-siswi nya untuk belajar Online dari rumah. Perguruan tinggi pun mengikuti. Bahkan kementerian-kementerian sudah melakukan rapat terbatas melalui Vidio Conference dengan Presiden.

Sekarang permasalahan Indonesia yang serius adalah kekurangan stok Masker dan hand Sinitizer. Masyarakat kecil sangat kurang bahkan tidak menggunakan dua bahan di atas, perawat dan tenaga medis pun sudah kehabisan.

Pihak berwajib sudah melakukan yang terbaik dalam menangani masalah ini. Ini memang perlu dibenahi sebagai pihak berwajib yang sudah mati-matian berusaha kita mengapresiasi ketegasan dan memberlakukan hukuman yang sesuai bagi pelaku yang menimbun dua bahan yakni masker dan Hand Sinitizer, yang sudah rela tetap bekerja di Luar demi berkahirnya Covid-19 di Indonesia.

Mungkin perlu benar-benar memikirkan bagaimana cara agar masyarakar berhenti menimbun. Dan untuk masyarakat sendiri ayo kita sadar bahwa tugas menyelesaikan masalah Virus Corona ini adalah bukan hanya tugas tenaga medis, bukan hanya tugas Presiden, bukan hanya tugas Kepolisian tetapi ini adalah tugas seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak ada usaha yang sia-sia jika kita saling toleransi, saling mengerti apa yang sedang negara kita hadapi. Pimpinan tertinggi sudah melalukan yang terbaik untuk kita semua, Tenaga medis, dan Pihak Berwajib sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk kita semua, kita adalah Indonesia. Mari kita bersatu, berpegangan tangan dan optimis kita bisa melawan Virus Corona atau Covid-19.

Penulis: Ines Fatikasari (Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)