OPINI – Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman saat ini, kita harus membuka diri terhadap segala perubahan, kemajuan dan kecanggihan teknologi.

Kemajuan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Dengan menjadi orang yang selalu update terhadap perkembangan teknologi, maka kita dapat menerima informasi lebih cepat, dan tidak ketinggalan akan informasi-informasi lainnya. Dengan begitu kita juga di tuntut agar bisa lebih positif dan kreatif dalam memanfaatkannya.

Dalam kondisi saat ini, terjadi penyakit yang menggemparkan dunia yaitu wabah virus korona, karna wabah tersebut penyebarannya begitu cepat sekali hampir di setiap negara di dunia terkena imbasnya tanpa memandang bulu kepada siapa pun.

Sejumlah pemerintah daerah telah mengumumkan untuk melock down masyarakatnya dengan membatasi kegiatan apapun.

Pengajaran dan pendidikan di Indonesia hari ini khususnya di Yogyakarta di beri himbauan untuk belajar di rumah. Dinas pendidikan kota Yogyakarta mengusulkan perpanjangan waktu pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Kondisi saat ini belum baik dan belum kondusif untuk melakukan pembelajaran di sekolah sehingga ada baiknya jika pembelajaran dari rumah bisa di lanjutkan. Manfaatnya akan lebih banyak” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Ashrori di Yogyakarta.

Salah satu perkembangan pada zaman sekarang ini ialah teknologi multimedia. Teknologi multimedia mampu memberikan dampak positif yang cukup besar dalam dunia pendidikan, maka dari itu kita penting untuk melek terhadap teknologi, Khususnya para guru dan siswa saat ini.
Berbicara mengenai pendidikan, sudah sepatutnya kita memperbaiki kualitas pendidikan kita. Saat teknologi berkembang dan hampir semua orang memiliki ketergantungan padanya.

Maka mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi sebagai medianya karena saat ini kita semua juga di hadapkan dengan virus tersebut sehingga kita di tuntut untuk belajar di rumah secara online demi menghindari pandemi virus Corona dan mengupgrade kualitas pendidikan di rumah masing-masing.

Apalagi di era yang serba digital ini, materi belajar tidak hanya bersumber dari buku teks yang dibagikan di sekolah saja, namun juga bisa didapatkan dari berbagai sumber internet.

Seorang guru juga merasa sangat terbantu dengan kecanggihan teknologi sekarang. Peserta didik pun lebih tertarik sehingga tidak jenuh dengan metode pembelajaran secara konvensional.

Lantas bagaimana cara kita meningkatkan kualitas pendidikan ketika belajar di rumah dengan memanfaatkan teknologi?

Prof Dr Waras Kamdi, Anggota Badan Standar Nasional pendidikan (BSNP) mengatakan, teknologi berperan dalam membangun jejaring belajar.

“Teknologi membuat siapa saja bisa belajar, belajar dapat di lakukan di mana saja dan kapan saja. Tanpa banyak biaya, melalui virtual lab, Digital content, super app dan banyak cara,” papar Waras.

Salah satu lainnya, lanjut Waras, melalui pengembangan Ubiquitous learning, Ubiquitous learning merupakan platform aplikasi smart learning dengan memanfaatkan sensor cerdas pada device dan media pembelajaran dengan konten multimedia digital.

Dengan begitu kita dapat mengambil banyak manfaat dan berbagai cara bagaimana kita bisa belajar di rumah dengan konsisten, karena begitu banyak cara yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada melalui internet.

Memasuki tahun 2020 pembangunan SDM akan semakin digencarkan mengingat hal tersebut merupakan salah satu visi presiden terpilih, Joko Widodo, pada periode 2019-2024. Dalam pidato beliau saat pelantikan.

Di sebutkan bahwa pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Salah satu wujud untuk pembangunan SDM di Indonesia adalah melalui perbaikan kualitas pendidikan. Meningkatkan kualitas pendidikan juga dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada.

Dengan seperti ini, proses pembelajaran siswa lebih mudah dijangkau dan memberikan kemudahan oleh pengajar karena tidak hanya menggunakan satu sumber saja (“guru”) tetapi dari berbagai sumber belajar yang ada dan berbagai macam media pendidikan sehingga kapanpun dimanapun dan kepada siapapun siswa dapat belajar, memperoleh informasi dan keterampilan yang dibutuhkannya. (*)


Penulis: Hafid Pamungkas (Mahasiswa Prodi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta)