BI Sulsel Siapkan Rp3,58 triliun Uang Tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri
Menurut Kepala KPw BI Sulsel, Budi Hanoto, di Hotel The Rinra Makassar, Senin (3/5/2021), kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp3,58 triliun, tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

MAKASSAR—Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan selama periode bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan kecukupan uang tunai sesuai kebutuhan.

Menurut Kepala KPw BI Sulsel, Budi Hanoto, kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp3,58 triliun, tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

“Besarnya penyediaan uang tunai tersebut didasari pertimbangan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik,” ungkap Budi Hanoto di Hotel The Rinra Makassar, Senin (3/5/2021).

Dijelaskan, untuk layanan penukaran uang rupiah, kali ini masih akan dilaksanakan secara sinergi dengan perbankan melalui loket penukaran di kantor-kantor cabang yang berada di wilayah Sulsel.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan Covid-19 dan aspek protokol kesehatan masyarakat, maka layanan penukaran uang rupiah dilaksanakan melalui perbankan di wilayah Sulsel, termasuk pada empat wilayah kas titipan yaitu Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba dengan nilai total uang layak edar di semua pecahan yang disediakan sebesar Rp235,39 miliar,” katanya.

Adapun layanan penukaran uang pecahan dan operasional BI lainnya, kata dia, akan berlangsung secara normal menjelang libur hari raya Idul Fitri, dan akan sementara tidak beroperasi pada tanggal 12, 13, dan 14 Mei 2021.

“Kegiatan BI tersebut mencakup operasional Real-Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional (SKN), layanan kas, dan transaksi operasi moneter lainnya. Selanjutnya pelaksanaan kegiatan operasional perbankan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing bank,” terangnya.

Selain itu, BI juga bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kesempatan masyarakat dalam memperoleh uang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 (UPK 75).

Koordinasi dilakukan melalui layanan kas prima penukaran wholesale kepada Pemda dan stakeholder eksternal lainnya dimulai sejak tanggal 19 April sampai dengan 10 Mei 2021.

“Bagi mitra strategis BI seperti pemerintah daerah, BI mengeluarkan kebijakan layanan penukaran secara wholesale ataupun melalui bantuan perbankan yang bekerja sama dengan mitra strategis tersebut. Untuk masyarakat, penukaran UPK 75 dapat dilakukan di 38 perbankan yang berada di 77 titik yang tersebar di seluruh Sulsel,” pungkasnya. (*)