PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan •
Opini

Bulan Haji: Pengorbanan Suci, Persatuan Hakiki

791
×

Bulan Haji: Pengorbanan Suci, Persatuan Hakiki

Sebarkan artikel ini
Bulan Haji: Pengorbanan Suci, Persatuan Hakiki
Jumarni Dalle, A.Md.Keb.,SKM.,SH.,MH (Mahasiswi Program Doktor Syariah/Hukum Islam UIN Alauddin Makassar)

OPINI—Bulan Dzulhijjah, yang dikenal sebagai bulan haji, merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan ini, jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan salah satu rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji. Perjalanan spiritual ini bukan hanya merupakan kewajiban religius bagi yang mampu secara fisik dan finansial, tetapi juga sebuah momen yang sarat dengan makna pengorbanan dan persatuan.

Makna Pengorbanan dalam Bulan Haji

Pengorbanan merupakan salah satu tema sentral dalam ibadah haji. Pengorbanan suci ini berakar dari kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintainya, Nabi Ibrahim AS menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Pada akhirnya, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba, mengajarkan bahwa keikhlasan dan kesediaan untuk berkorban adalah inti dari pengabdian kepada-Nya.

Setiap tahun, umat muslim di seluruh dunia menyembelih hewan kurban sebagai simbol pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Hal ini mengingatkan umat muslim akan pentingnya memberikan yang terbaik dalam pengabdian kepada Allah SWT dan siap berkorban demi kebaikan yang lebih besar.

Di Tanah Suci, para jamaah haji juga menjalani serangkaian ibadah yang sarat dengan makna pengorbanan. Seperti wukuf di Arafah, jamaah menghabiskan waktu dalam doa, merendahkan diri di hadapan Allah SWT, dan memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Momen ini menggambarkan pengorbanan ego dan keangkuhan pribadi, mengajarkan pentingnya kerendahan hati dan kesediaan untuk memperbaiki diri.

Lempar jumrah, yaitu melemparkan batu ke tiga pilar yang melambangkan setan di Mina, adalah ibadah yang melambangkan pengorbanan. Jamaah haji diingatkan akan godaan-godaan yang harus mereka hadapi dan kalahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tindakan ini melambangkan perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan duniawi, yang merupakan bagian penting dari pengorbanan spiritual. Tidak hanya itu, pengorbanan dalam konteks haji juga mencakup pengorbanan kenyamanan fisik dan material.

Perjalanan haji sering kali melelahkan dan menantang, menuntut kesabaran dan ketahanan fisik serta mental. Para jamaah meninggalkan kenyamanan rumah mereka, menjalani kondisi iklim yang keras, dan berbagi ruang dengan jutaan orang lain. Pengalaman ini mengajarkan mereka nilai kesederhanaan, ketabahan, dan kesabaran.

Penting untuk diingat bahwa dunia fana ini tidak boleh melalaikan persiapan untuk kehidupan akhirat. Semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan dari Allah SWT, termasuk harta dan kekayaan.

Harta yang diberikan Allah bukan untuk dipamerkan atau untuk kepuasan ego belaka, melainkan sebagai amanah yang seharusnya digunakan untuk membantu sesama dan menunaikan kewajiban agama seperti pengorbanan harta dalam dakwah. Nabi Muhammad SAW, istri dan sahabatnya telah mencontohkan dalam hal ini, mereka menggunakan harta mereka untuk memperluas dakwah Islam.

Hikmah Persatuan dalam Bulan Haji

Bulan haji tidak hanya sekadar waktu untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, tetapi juga untuk memperdalam makna persatuan dalam umat muslim. Saat jutaan jamaah haji berkumpul, mereka membawa bersama pengalaman dan cerita hidup yang beragam. Namun demikian, mereka bersatu dalam keyakinan yang sama yaitu sebagai umat Islam.

Salah satu hikmah besar dari bulan haji adalah menyatukan umat muslim di seluruh dunia dalam kesatuan Al-Quran dan Sunah. Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi pedoman bagi umat Islam di mana pun mereka berada.

Bersamaan dengan itu, Nabi Muhammad SAW adalah panutan yang menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti ajaran dan contoh beliau, umat muslim dipersatukan dalam tujuan bersama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, bulan haji juga mengajarkan nilai kepedulian dan empati yang tinggi terhadap sesama. Saat kita melihat saudara kita yang menderita, baik karena sakit atau karena kondisi sosial dan politik yang sulit, kita diajarkan untuk turut merasakan penderitaan mereka. Kita tidak boleh dibatasi oleh sekat nasionalisme atau etnisitas.

Sebagai umat Islam, kita harus peduli terhadap penderitaan saudara-saudara kita seperti di Palestina, maupun di belahan dunia lainnya yang mengalami kesulitan bahkan terjajah di mana pun mereka berada.

Penting untuk diingat bahwa solidaritas umat Islam melampaui batasan geografis. Persatuan umat dalam Islam tidak hanya tentang kebersamaan selama ibadah haji, tetapi juga dalam menanggapi tantangan global dan penderitaan umat manusia di seluruh dunia. Seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa umat Muslim adalah satu tubuh; jika bagian tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh merasakannya.

Kita sebagai umat muslim diajarkan untuk tidak hanya berbicara tentang persatuan, tetapi juga bertindak dalam wujud nyata. Kita harus mengambil langkah konkret untuk mendukung mereka yang membutuhkan, baik dengan doa, dukungan finansial, atau bahkan kekuatan militer yang akan membebaskan mereka dari penderitaan dan penjajahan. Melalui tindakan ini, kita memperkuat ikatan persaudaraan dan memperluas dampak positif dari ibadah haji di masyarakat global.

Dengan demikian, bulan haji bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang meneguhkan komitmen kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan, persatuan hakiki umat Islam, dan kepedulian secara global. Melalui pengalaman bersama dalam bulan haji, kita diingatkan untuk bersatu sebagai umat yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunah, serta memiliki rasa empati yang mendalam terhadap penderitaan sesama umat manusia di seluruh dunia. (*)

 

Penulis:
Jumarni Dalle, A.Md.Keb.,SKM.,SH.,MH
(Mahasiswi Program Doktor Syariah/Hukum Islam UIN Alauddin Makassar)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com