MEDIASULSEL.COM—Tanaman Kelor yang memiliki bahasa latin Moringa oleifera , tentunya bukan merupakan tanaman asing bagi masyarakat Indonesia. Terlebih dengan kandungan zat di dalamnya yang diyakini mampu menyuplai gizi tubuh, menjaga kesehatan liver, mengatasi asma, membantu mengelola gejala diabetes, menjaga kesehatan jantung, mendukung pertumbuhan tulang dan mengatasi gangguan pencernaan.

Selain khasiat yang dimiliki tersebut di atas, tumbuhan yang sebenarnya berasal dari India ini menurut salah seorang praktisi Herbal asal Pare Kediri, Jawa Timur, Ibnu Tanjung, kandungan protein, mineral dan vitamin C yang tinggi di dalamnya, juga dapat melindungi sel-sel kulit dari kerusakan.

Untuk memanfaatkan daun kelor sebagai bahan perawatan kulit, khususnya kulit wajah, menurut Ibnu, kelor harus dicampur dengan sejumlah bahan lain untuk dirubah menjadi bubuk dan dimanfaatkan sebagai masker wajah.

Lebih lanjut Ibnu menjelaskan, bahwa dengan adanya kandungan senyawa antijamur, antivirus, antidepresan, serta anti-inflamasi serta kandungan penting lainnya seperti kalsium, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, seng, serta rendah kalori, menjadikan daun kelor sangat diperlukan bagi kesehatan kulit maupun tubuh pada umumnya.

Ela Yunisworo, pimpinan produksi UMKM Birma Rindu Kraf, kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, Makassar yang memproduksi Masker kecantikan Daun Kelor, membenarkan, bahwa masker kelor sangat bermanfaat dalam berawatan kulit wajah.

“Awalnya kami membuat untuk kami coba sendiri dan uji coba itu bukan hanya kepada saya, tetapi juga sejumlah anggota di UMKM ini, beberapa ketua RT/RW di kelurahan ini serta sejumlah warga lainnya dan pada umumnya mereka puas dengan hasilnya,” terang Ela yang mengaku sebagai anak binaan Ibnu Tanjung.

Adapun untuk membuat masker tersebut, Ela menjelaskan dibutuhkan bahan-bahan antara lain bubuk daun kelor, tepung sari bengkoang dan tepung beras, setelah diaduk rata kemudian dicampur air lalu dibalurkan ke wajah, setelah sekira 20 menit baru dibilas dengan air bersih atau air mawar.

Sementara itu untuk membuatnya, menurut Ela, daun kelor terlebih dahulu dikeringkan selama kurang lebih 3 hari, kemudian setelah kering daun kelor dihaluskan (bisa menggunakan blender) hingga menjadi powder.

Masker Kelor
Masker kelor.

Sedangkan untuk membuat tepung sari bengkoang, bengkoang diparut, lalu diperas dan diendapkan beberapa saat lalu dibuang airnya, sedangkan untuk tepung beras, bisa dengan memanfaatkan tepung beras yang banyak dijual dipasaran.

“Ketiga bahan tersebut, tepung daun kelor, tepung sari bengkoang dan tepung beras cukup diaduk sampai rata, lalu kemudian simpan di tempat dengan suhu normal, baru ketika hendak digunakan cukup diambil ¾ sendok makan, lalu dicampur dengan air secukupnya,” pungkas Ela sembari mempraktekannya. (464Ys)