BARRU – Pencegahan stunting tidak selalu bergantung pada bahan pangan yang mahal. Pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi menjadi salah satu kunci dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pesan tersebut disampaikan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program GIZITA (Gizi Ceria Tanpa Stunting) yang digelar di tiga posyandu di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Rangkaian edukasi dimulai di Posyandu Melati II, Dusun Labuange, pada 21 Juli 2026, dilanjutkan di Posyandu Sejahtera, Dusun Kupa, pada 25 Juli 2026, dan ditutup di Posyandu Anggrek, Dusun Labuange, Senin (27/7/2026).
Program yang diinisiasi mahasiswi Program Studi Ilmu Gizi Unhas, Huswatun Hasanah, ini diikuti puluhan ibu balita. Edukasi dikemas secara interaktif dan terintegrasi dengan pelayanan rutin Posyandu agar lebih mudah diakses masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada masa emas pertumbuhan anak melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun kelor, ikan, dan telur. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan panduan makan sehat “Isi Piringku” sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai gizi dan pencegahan stunting. Setelah penyampaian materi, para ibu aktif berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai tantangan dalam pemberian makan anak, mulai dari balita yang mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM) hingga kebiasaan memilih-milih makanan.
Kader Posyandu turut berperan aktif mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Sebagai evaluasi, mahasiswa KKN juga memberikan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Salah seorang ibu peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru tentang cara memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai menu bergizi untuk anak.
“Alhamdulillah, setelah ikut penyuluhan ini kami jadi tahu, ternyata bahan-bahan di sekitar rumah yang murah dan mudah didapat bisa diolah menjadi makanan bergizi untuk mencegah anak kami stunting. Ilmu ini sangat berguna untuk bekal kami memberi makan anak di rumah,” ujarnya.
Melalui program GIZITA, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas berharap para ibu semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak sejak usia dini di Desa Kupa. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter : Permata Ramadhani (Mahasiswa Farmasi Unhas)













