OPINI—Belum dikatakan cerdas individu itu ketika bukan yang dilihatnya langsung menjadi suatu kesimpulan. Namun akan cerdas ketika mampu melihat apa yang dibalik yang dia lihat tentunya disertai ilmu yang mendalam. Ambillah contoh ketika menilai akhir-akhir ini negara kita tercinta dikunjungi oleh negara yang katanya terkuat di dunia. Kenapa disimpulkan demikian? Karena hampir semua negara mampu disulap untuk mengikuti ucapan manis dengan seperangkat alat sulapnya berupa alat militer. Sehingga mampu dalam sekejap membungkam penontonnya.

Sebagai bahan dalam menyimpulkan sesuatu dalam hal kecerdasan membutuhkan fakta, mari diteliti dari ketiga fakta di beberapa media. Pompeo dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pekan depan, dalam rangkaian perjalanannya ke India, Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia pada 25-30 Oktober 2020.

Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Cina dalam mencari dukungan negara-negara di Asia, khususnya soal konflik Laut Cina Selatan, yang diklaim sebagai wilayah milik Cina. Klaim tersebut ditentang oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri AS pada Kamis (22/10), dijelaskan bahwa kunjungan Pompeo ke Indonesia untuk “menegaskan visi kedua negara tentang Indo-Pasifik yang bebas terbuka. (Suara.com).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Dalam kunjungan itu ia akan menyampaikan kekhawatiran tentang China. Saat ditanya spesifik mengenai kunjungan ke Indonesia, Pompeo menyatakan ia tahu orang Indonesia memiliki keinginan serupa dengan negara Asia Tenggara lainnya yakni Indo-Pasifik yang terbuka. Negara-negara Asia Tenggara, kata dia, ingin memastikan “hak-hak dasar, hak maritim, hingga hak kedaulatan. (CNN Indonesia)

“Rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan dilakukan Insya Allah pada minggu depan dan persiapan terus dibahas,” ujar Menlu Retno dalam konferensi pers secara daring, Kamis (22/10).

Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno, Pompeo akan hadir dalam forum gerakan Pemuda Ansor. Dalam lawatannya ke Ansor, Pompeo akan membahas mengenai dialog agama dan peradaban. (republika.co.id.)

Ketiga fakta di atas jika kita kaitkan tentunya ada kesimpulan tersendiri keanehan apa dibalik kunjungan menlu AS ke Indonesia.

Pertama perlu dipahami kunjungannya dalam rangka mencari dukungan negara lain disaat terjadi ketegangan ombak dan bisnis uang yang terjadi di Laut Cina Selatan dan Perdagangan AS-Cina. AS bermaksud untuk mencari pendukung agar tetap berpihak padanya. Layaknya bisnis mencari konsumen sangat dibutuhkan. Ini dalam hal sosial politik nya.

Kedua, sementara dalam hal isu sospol. Pompeo diketahui telah mengobarkan perlawanan terhadap China dalam berbagai hal, mulai dari perdagangan, keamanan, hingga pandemi Covid-19. Itu dapat dibuktikan pada bulan Juli, Amerika Serikat mencap klaim luas Beijing di Laut China Selatan sarat sengketa dan ilegal. Dalam kunjungannya mengomentari juga akan berkunjung ke New Delhi yang memang sedang dalam hubungan tidak sehat dengan China. Dengan memanfaatkan kelompok untuk kepentingan AS juga membonceng dlm kunjungan ini.

Ketiga, komentar Menlu Indonesia yakin Indonesia bisa tetap berada pada posisi netral dg politik bebas aktif. Komentar ini dapat disimpulkan kepasrahan pada Amerika Serikat akan keputusannya. Karena negara kita tidak hanya sebagai pembebek belaka. Ketika AS mengatakan A, dengan mudahnya negara Indonesia mengatakan A juga sambil mengingat konsekuensi dari banyaknya utang.

Maka dari itu dari semua gambaran di atas sudah sepatutnya rakyat cerdas ketika semua hak rakyat segitu mudahnya berpindah tangan ke AS. segitu mudahnya mengikuti arahan mereka hingga negara kita seakan bagai boneka yang mudah diarahkan kemana saja mudah diperintahkan untuk berbuat apa saja. Karena Amerika Serikat sumber Ideologi yang rusak yaitu ideologi kapitalis.

Kecerdasan itulah yang membangkitkan rakyat, melek akan kasus sekitar bukan hanya dalam negeri namun harus menyertakan di luar negeri karena di situlah titik fokusnya. Kenapa? Karena musuh utama yang mencabut kesejahteraan rakyat adalah dari negara yang membenci ketika aturan yang mengekang mereka ditetapkan. Negara yang dikatakan negara besar itulah sumber dari mercusuar tidak adanya kesejahteraan di tengah masyarakat. Yang ada kedzaliman terus dan terus berlangsung. Karena bersembunyi dari ide kebebasan tanpa batas.

Sangat jauh berbeda dengan aturan yang mereka takuti. Sempurna dan jelas akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh alam. Menempatkan posisi fitrah manusia sebenarnya. Tidak ada kebebasan tanpa batas bukti penjagaan pada manusianya. Aturan yang dirindukan tanpa ada lagi perampokan, perampasan,  bahkan kriminalitas berulang. Karena ada kecerdasan pada diri manusianya yang telah diberikan akal. Untuk sensitif mampu membedakan mana hal baik dan buruk di sekitar mereka. Dengan mengajarkan bagaimana dan apa itu berfikir hingga menjadi cerdas menghadapi kenyataan yang ada.

Berfikir diartikan adanya kaitan dari informasi sebelumnya yang didapat melalui ilmu dari penggunaan panca indera yang telah diciptakan untk digunakan dan terus diasah. Hingga mengaitkan fakta yang ada. Fakta sebenarnya yang akhirnya menghasilkan kesimpulan yang benar hingga mampu dengan tepat sasaran dalam memberikan solusinya.

Disempurnakan dengan kekuatan ideologi Islam dalam realisasinya. Karena kemenangan untuk bangkit mampu diperoleh dengan melawannya juga dengan Ideologi yang lebih kuat dari seperangkat aturan dari Pencipta.

Wallahu’alam bi shawab

Penulis: Sri Rahmayani, S.Kom/ Anggota AMK4 (Akademi Menulis Kreatif)