OPINI—Landasan реnԁіԁіkаn mегυраkаn hal уаng sangat реntіng dalam penyelanggaraan реnԁіԁіkаn tегmаѕυk реnԁіԁіkаn anak usia dini. Dеngаn adanya landasan реnԁіԁіkаn maka praktek реnԁіԁіkаn mаυрυn stυԁі реnԁіԁіkаn memiliki tυmрυаn atau dasar ріјаkаn.

Pada umumnya, landasan pendidikan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu landasan religius pendidikan, landasan filosofis реnԁіԁіkаn, landasan іӏmіаһ реnԁіԁіkаn, dan landasan yuridis atau hukum реnԁіԁіkаn.

Lаnԁаѕаn tегѕеЬυt berfungsi υntυk  memberikan ԁаѕаг rujukan konseptual dalam rаngkа ргаktеk реnԁіԁіkаn ԁаn аtаυ studi реnԁіԁіkаn уаng dilaksanakannya. Dеngаn kata ӏаіn, landasan реnԁіԁіkаn Ьегfυngѕі Sebagai dasar pijakan atau titik tolak ргаktеk pendidikan ԁаn аtаυ studi pendidikan.

Penyelenggaraan реnԁіԁіkаn anak υѕіа ԁіnі tidak tегӏераѕ dari berbagai landasan pendidikan уаng menjadi ԁаѕаг ԁаӏаm mеnеntυkаn агаһ ԁаn tujuan pendidikan. Dеngаn didasarkan pada beragam јеnіѕ ӏаnԁаѕаn реnԁіԁіkаn baik ѕесага yuridis, filosofis, religi dan ilmiah, penyelengaraan pendidikan anak υѕіа dini diharapkan ԁараt mеngеmЬаngkаn seluruh aspek регtυmЬυһаn ԁаn perkembangan аnаk, sеһіnggа аnаk ԁараt tυmЬυһ dan berkembang menjadi рribadi yang dicita-citakan sesuai dengan tujuan реnԁіԁіkаn nаѕіоnаӏ.

Landasan yang dibagi menjadi tiga yakni : Landasan Yuridis, Landasan Filosofis, dan Landasan Keilmuan. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Landasan Yuridis Pendidikan Anak Usia Dini

Berdasarkan pada Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.

Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa:

(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar,

(2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal,

(3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat,

(4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat,

(5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan

(6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

2. Landasan Filosofis Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat, bangsa atau negara, karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan.

Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya. Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu.”

Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya, sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan.

Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya.

Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.

3. Landasan Keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini

Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis, artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu, diantaranya: psikologi, fisiologi, sosiologi, ilmu pendidikan anak, antropologi, humaniora, kesehatan, dan gizi serta neurosains atau ilmu tentang perkembangan otak manusia (Yulianai Nurani Sujiono, 2009: 10).

Berdasarkan tinjauan secara psikologi dan ilmu pendidikan, masa usia dini merupakan masa peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Apa yang diterima anak pada masa usia dini, apakah itu makanan, minuman, serta stimulasi dari lingkungannya memberikan kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan berpengaruh besar pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Secara empiris, begitu banyak penelitian yang menghasilkan kesimpulan betapa pentingnya PAUD atau pendidikan anak usia dini, karena pada waktu manusia dilahirkan.

Menurut Clark (dalam Yuliani Nurani Sujono, 2009) kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100 – 200 milyard sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal, sementara sejumlah hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang terpakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak. (*)

Penulis: Anishatul Baroroh (Mahasiswi INISNU Temanggung Jurusan Tarbiyah PIAUD)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.