BURIRAM – Dua pembalap Indonesia mencatatkan kisah kontras namun sama-sama penuh makna pada seri perdana MotoGP Thailand 2026. Veda Ega Pratama tampil sensasional di kelas Moto3, sementara Mario Aji harus menelan pil pahit usai gagal finis di Moto2.
Debut Veda Ega Pratama di ajang Grand Prix dunia langsung berbuah manis. Pembalap berusia 17 tahun itu finis di posisi kelima Moto3 setelah balapan sengit di Sirkuit Buriram, Minggu (1/3/2026). Start dari grid kelima, Veda mampu mempertahankan sekaligus memperjuangkan posisinya hingga garis finis.
Performa pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu jauh dari kata mudah. Veda terlibat duel alot dengan pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, hingga sektor terakhir. Ia juga dikepung duo Red Bull Aki Ajo, Alvaro Carpe dan Valentine Perrone, dalam perebutan posisi tiga besar.
Sempat naik ke posisi ketiga dan berada dalam jangkauan podium, Veda kembali disalip duo KTM hingga terlempar ke posisi keenam. Namun, mental juara ditunjukkan pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut. Manuver berani di tikungan terakhir Sirkuit Buriram sukses membawanya mengasapi Fernandez dan merebut kembali posisi kelima.
Hasil tersebut disambut hangat tim Honda Team Asia di pit. Veda bahkan melampaui target pribadinya yang hanya membidik finis 10 besar. Finis kelima ini menjadi capaian terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah Grand Prix, sekaligus menempatkan Veda sebagai rookie terbaik dan pembalap Honda terbaik di seri pembuka Moto3 2026.
Kepercayaan diri Veda tak lepas dari pemahamannya terhadap karakter Buriram. Hafal lintasan membuatnya tampil stabil dan agresif sepanjang 19 lap balapan, sejak awal hingga akhir lomba.
Nasib berbeda dialami Mario Aji di kelas Moto2. Start dari posisi kesembilan, pembalap bernomor 64 itu harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah mengalami crash di lap kedua akibat kehilangan keseimbangan di awal lomba.
Dalam regulasi baru FIA, pembalap yang terjatuh tidak diperkenankan menyalakan kembali motor di lintasan atau area run-off. Mario pun dinyatakan gagal finis (DNF) di Chang International Circuit.
“Tidak ada ‘seandainya’ atau ‘apa mungkin’. Ini sudah terjadi semua. Saya berterima kasih dan meminta maaf kepada tim,” tulis Mario Aji melalui akun Instagram resminya.
Meski hasil tak sesuai harapan, Mario memilih segera mengalihkan fokus ke seri berikutnya. Ia dijadwalkan tampil pada putaran kedua Moto2 di Autódromo Internacional de Brasília, Brasil, pada 20–22 Maret mendatang.
“Terima kasih atas dukungan minggu ini untuk kami berdua. Ingin segera memulai di Brasil,” tulis Mario.
Seri Thailand 2026 pun menjadi cermin regenerasi balap Indonesia. Dari debut fenomenal Veda Ega Pratama hingga tekad bangkit Mario Aji, Merah Putih kian menegaskan diri bukan sekadar pelengkap, melainkan mulai diperhitungkan di arena balap dunia. (Ag4ys)













