MAKASSAR—Dalam kurun waktu hingga 30 hari ke depan dengan melibatkan 47 Puskesmas dan sejumlah Posyandu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar menargetkan dapat melakukan Imunisasi kepada 184 ribu anak di Kota Makassar.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Dinkes Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin saat membuka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Rabu (24/7/2024).
Menurut Nursaidah 184ribu anak tersebut terbagi menjadi tiga katagori usia, yaitu 0 – 5 tahun, 5 – 7 tahun dan 1 hingga sebelum 8 tahun.
“Sasaran Kota Makassar 184ribu. Dari 184ribu itu terbagi lagi dengan usia 0-5, 5-7 tahun, dan sampai usia 1 hari sebelum 8 tahun,” ungkap dr. Mursaidah.
Dr. Nursaidah menambahkan, imunisasi itu dilakukan seiring munculnya sejumlah kasus di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga dilakukan pencegahan. Meski di Indonesia, sebenarnya polio sudah dibasmi. Namun kembali muncul lagi belakangan ini.
“Ini muncul kembali karena ada beberapa daerah di Indonesia yang KLB (kejadian luar biasa) penyakit polio,” tambahnya.
Kadinkes Kota Makassar Mengatakan, Polio sangat berbahaya dan merupakan penyakit menular yang disebabkan virus, sehingga harus ditekan dengan imunisasi.
“Kita sudah eradikasi polio, sudah puluhan tahun yang lalu, tapi kenapa muncul sekarang di beberapa daerah? Karena ada satu anak yang tidak diberikan imunisasi sebagai pemicu munculnya polio kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut menurut dr Nursiadah, bahayanya penyakit polio ini bisa mengakibatkan kelumpuhan, yang kebanyakan orang sebut dengan lumpuh layu.
Ironisnya tambah dr. Nursidah penyakit ini tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah dengan pemberian imunisasi.
“Ini sangat berbahaya. Gejalanya seperti gejala awal kalau kita flu. Dimulai demam sampai beberapa hari, badan sakit, tegang leher, dan lain sebagainya. Awalnya diacuhkan karena dianggap adalah penyakit demam biasa,” pungkasnya. (*/4dv)













