BONE – Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menginstruksikan seluruh sekolah untuk menyampaikan kepada orang tua atau wali murid baru jenjang SD dan SMP agar tidak membeli seragam sekolah secara mandiri.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Supriadi, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh sekolah menyosialisasikan informasi tersebut kepada wali murid siswa baru.
“Sudah kami instruksikan agar disampaikan kepada wali murid siswa baru untuk tidak membeli seragam merah putih karena sudah disiapkan pemerintah,” ujar Supriadi, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan menargetkan seluruh seragam telah tiba di masing-masing sekolah pada Ahad sehingga dapat langsung dibagikan kepada peserta didik baru pada hari pertama masuk sekolah.
“Targetnya hari Ahad sudah tiba di semua sekolah dan tanggal 13 Juli diserahkan kepada siswa baru,” katanya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan 11.026 pasang seragam untuk siswa baru jenjang SD dan 7.400 pasang seragam untuk siswa baru jenjang SMP. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memastikan seluruh siswa baru memperoleh seragam sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.669.001.880 untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP pada tahun 2026. Pengadaan tersebut dilaksanakan oleh Buana Karya Sejahtera.
Namun, menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026, hasil penelusuran di sejumlah kecamatan menunjukkan masih ada wali murid yang belum memperoleh informasi dari pihak sekolah terkait program seragam gratis tersebut. Kondisi ini membuat sebagian orang tua berencana membeli sendiri seragam anaknya agar siap mengikuti kegiatan belajar pada hari pertama sekolah.
Salah seorang wali murid mengaku berencana membeli seragam karena tidak mengetahui adanya program pembagian seragam gratis dari pemerintah daerah.
“Iya, mau dibelikan sebelum masuk sekolah. Tidak ada informasi dari sekolah,” ujarnya.
Belum tersampaikannya informasi kepada seluruh wali murid dikhawatirkan membuat banyak orang tua mengeluarkan biaya untuk membeli seragam, padahal pemerintah daerah telah menganggarkan bantuan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Baharuddin, yang dikonfirmasi terkait progres realisasi pengadaan seragam gratis, memastikan proses penyaluran saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum siswa mulai masuk sekolah.
“Sudah dipacking, tinggal penyaluran. Insya Allah dalam masa libur ini akan kami salurkan,” kata Baharuddin saat dikonfirmasi, Ahad (5/7/2026).
Ia juga menyebut sebagian seragam telah didistribusikan ke sejumlah kecamatan sebagai bagian dari proses penyaluran.
“Sebagian sudah disalurkan ke kecamatan,” tambahnya.
Dinas Pendidikan menargetkan seluruh seragam telah diterima sekolah maupun siswa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 13 Juli 2026 sehingga bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sejak hari pertama masuk sekolah. (45R)









