Demokrasi yang lamban tidak mampu memberikan solusi apa pun, bahkan tidak peduli akan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pengemudi ojol. Serta Negara pun juga hanya sekadar stempel kerakusan para kapitalis yang hobi memeras kantong rakyatnya.
Padahal didalam Islam, sebagai agama yg sempurna, yang mengatur seluruh urusan kehidupan, juga mengelola layanan publik dengan prinsip pelayanan, bukan bertujuan menghasilkan uang semata.
Terkait nasib para pengemudi ojol, juga harus bisa melihatnya dari perspektif Islam. Misalnya, hubungan pengusaha dan karyawan/mitra harus clear terlebih dahulu.
Dalam artian, harus sesuai hukum syarak terkait akad-akad yang dibangun antara pengusaha dan karyawannya. Dalam regulasi Islam, sistem kontrak kerja harus jelas, baik jumlah, waktu, maupun gajinya. Hal ini harus jelas sejak awal.
Seorang karyawan digaji karena telah memberikan manfaat dari jasa yang telah ia lakukan. Apabila manfaat itu sudah tertunaikan, pengusaha wajib menggaji dan tidak boleh terjadi gharar (ketidak kejelasan), misalnya ada potongan-potongan yang tidak jelas, yang mengakibatkan turunnya pendapatan para pekerja. Akad yang jelas inilah yang kemudian membuat bisnis menjadi berkah.
Selain itu, negara berkewajiban melakukan eksistensi pengawasan dan memenuhi kebutuhan hajat hingga per individu masyarakat, sehingga mereka tidak mengandalkan gaji untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Serta bertanggung jawab penuh untuk membangun berbagai infrastruktur untuk memudahkan segala urusan masyarakat.
Negara dalam Islam pun harus bisa meminimalisasi masyarakat menggunakan transportasi pribadi dengan memaksimalkan transportasi umum.
Negara akan menata kelola agar warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk menuntut ilmu atau bekerja. Semua ada dalam jangkauan perjalanan yang wajar dan memiliki kualitas yang terstandar.
Islam juga memiliki aturan yang saling menguntungkan antara pengusaha dan pekerjanya dan melarang sikap saling menzalimi. Serta Negara dalam Islam memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan antara pengusaha dan pekerja, juga menjamin kesejahteraan setiap individu rakyat.
Untuk itu sdh saatnya lah kita kembali kepada sistem islam, karena hanya islamlah yg dapat mengatasi semua problematika kehidupan, dan Hanya sistem islamlah yang dapat mengembalikan kesejahteraan Rakyat. dan membawa kebaikan bagi siapapun di muka bumi ini, terkhusus nasib para ojol saat ini. Wallahu A’lam. (*)
Penulis: Nur Indah Sari (pegiat literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












