SENGKANG – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Wajo atau Samsat Wajo kembali menggelar razia untuk mencari Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK yang belum disahkan oleh pemiliknya di kantor samsat.

Untuk mendapatkan pengesahan berupa stempel di STNK, pemilik kendaraan harus membayar pajak kendaraan.

Razia dilakukan pada Rabu, 14 Oktober 2020, jam 09.00 – 12.00 Wita di Jalan Poros Wajo-Bone, Kabupaten Wajo.

Pada razia ini petugas berhasil menemukan sebanyak 71 kendaraan yang belum melakukan pengesahan STNK terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 21 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 50 unit.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo A. Fitri Dwi Cahyawati, mengatakan, dari 71 kendaraan yang terjaring yang tidak membayar di tempat sebanyan 34 unit sementara yang membayar di tempat sebanyak 40 unit senilai Rp 49.414.430.

Razia yang digelar Samsat Wajo dan dibantu Jasa Raharja Kabupaten Wajo, Satlantas Polres wajo, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo ini berlanjut pada Kamis 15 Oktober 2020 di Jalan Poros Wajo-Sidrap, Anabanua, Kecamatan Maniangpajo.

Pemilik kendaraan yang terjaring karena belum mengesahkan STNK sebanyak 76 orang sementara yang membayar pajak kendaraan bermotor di tempat sebanyak 43 unit senilai Rp 37.828.290. Sehingga total pemasukan ke kas Pemprov Sulsel selama dua hari sebanyak Rp 87.242.720.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo A. Fitri Dwi Cahyawati, mengatakan, razia akan kembali digelar beberapa hari ke depan hingga bulan Desember 2020 untuk mengingatkan masyrakat agar mengesahkan STNK setiap tahun.

Insentif Pajak

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memperpanjang pemberian insentif pemutihan denda pajak kendaraan bermotor di Sulsel.

Seharusnya pemberian insentif pajak kendaraan berakhir pada 29 September 2020 namun diperpanjang gubernur hingga 23 Desember 2020.

Gubernur Sulsel memperpanjang pemberlakuan insentif pajak kendaraan untuk membantu masyarakat memulihkan perekonomiannya yang terganggu selama pandemi Covid-19.

Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 2211 / IX / Tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pemberian Insentif Pajak Kendaraan Bermotor Di Provinsi Sulawesi Selatan yang ditandatangani gubernur pada 29 September 2020.

Perpanjangan pemberian insentif PKB dilakukan mengingat Pandemi Covid-19 masih terjadi dan sangat mempengaruhi perekonomian di Indonesia, termasuk di Sulsel.

Pandemi memaksa warga Sulsel bertahan di rumah sehingga penghasilannya menurun tidak berpenghasilan dan menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat termasuk dalam membayar PKB.

Pemberian insentif pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dimaksud adalah:

Pembebasan denda PKB Jan-Des 2020 untuk semua Kendaraan Bermotor
Pembebasan seluruh denda PKB untuk:
KB Tahun 2010 ke bawah;
KB Nilai Jual Rp150.000.000,00 ke bawah sesuai Peraturan Gubernur;
KB proses BBNKB II dan seterusnya;
KB angkutan barang dan angkutan umum orang;
KB mutasi masuk/keluar antar Kab/Kota se-Sulsel.
Pembebasan Tarif PKB Progresif untuk:
KB angkutan barang dan KB angkutan umum orang;
KB proses BBNKB (atas tunggakan dari pemilik sebelumnya dan atas keterlambatan lapor jual)
Perpanjangan Ketiga

Ini adalah perpanjangan pembebasan denda ketiga yang dilakukan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Pemprov Sulsel menggelar pemberian insentif pembebasan denda PKB pertama kalinya pada 1 Januari sampai 29 Juni 2020.

Dalam periode ini, total kendaraan bermotor yang memanfaatkan insentif tersebut sebanyak 97.955 Unit dengan pembayaran sebesar Rp73.760.900.798 dan total denda yang dibebaskan sebesar Rp 2.503.239.960.

Kemudian diperpanjang masa berlakunya mulai 29 Juni hingga 30 September 2020 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 1574/VI/Tahun 2020.

Selanjutnya pembebasan denda PKB kembali dilakukan untuk ketiga kalinya mulai 29 September hingga 23 Desember 2020.

Kabid Pendapatan Asli Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Dharmayani Mansyur, mengatakan, perpanjangan pembebasan denda PKB kali ini terfokus pada upaya meringankan beban masyarakat yang paling terdampak secara ekonomi oleh pandemi Covid-19. Karena itu ada penambahan pemutihan denda dan pembebasan tariff pajak progresif untuk angkutan umum penumpang dan angkutan barang.

Dengan perpanjangan masa berlaku pembebasan denda pajak ini, masyarakat mendapatkan relaksasi pajak sehingga dapat mengatur waktu pembayaran pajaknya secara tepat. Meskipun harus diingat bahwa perpanjangan pembebasan denda ini hanya berlaku sampai tanggal 23 Desember 2020.

Jika wajib pajak masih juga tidak membayar pajak hingga 23 Desember 2020, mereka akan dikenakan denda sebesar 2 persen per bulan yang ditetapkan dari nilai pokok pajak.

Untuk menghindari keramaian saat membayar PKB, wajib pajak diimbau untuk melakukan pembayaran PKB secara non tunai dengan menggunakan aplikasi Samsat Online Nasional (Samolnas) dan e-Samsat Sulsel yang dapat di-download melalui play store.

Dengan aplikasi E-Samsat Sulsel, wajib pajak dapat melakukan pembayaran PKB melalui ATM/Mobile Banking/Kantor Kas Bank Sulselbar, Indo Maret, Alfa Midi dan Alfa Mart. Bahkan saat ini masyarakat juga sudah bisa membayar pajak dengan menggunakan Gopay (Gobills).

Sedangkan untuk nasabah bank lainnya, wajib pajak dapar menggunakan aplikasi Samolnas.

Alternatif lainnya, masyarakat bisa membayar PKB di samsat drive thru, samsat keliling, atau ke samsat stasioner dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ia menambahkan, meski keterlambatan membayar PKB tidak dikenakan denda, masyarakat diharapkan membayar pajak tepat waktu karena kebutuhan anggaran pemerintah daerah untuk pencegahan dan pengobatan wabah Covid-19 masih sangat tinggi.

Penanggulangan wabah Covid-19 perlu usaha keras dan energi besar. Untuk itu kita perlu terlibat bersama. Salah satu peran penting yang dapat ditempuh adalah dengan membayar pajak tepat waktu.

Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman optimistis dapat mencapai target tersebut dengan kerja keras semua pegawai Bapenda Sulsel termasuk 25 unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh Sulsel.

“Kami optimistis dapat mencapai target. Kita harus semangat meski saat ini masih pandemi,” ujarnya.(alim)