SIDRAP—Festival Nene Mallomo ke-3 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi tampil sebagai ruang alternatif dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan budaya. Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, kegiatan ini menjadi upaya konkret menarik kembali minat anak-anak dan remaja pada nilai-nilai lokal.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026) ini menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan kultural, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya yang melibatkan langsung generasi muda.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa festival budaya seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk mental dan karakter anak muda agar lebih tangguh dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar hiburan. Festival ini menjadi sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus zaman,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, kehadiran ruang-ruang kreatif berbasis budaya sangat dibutuhkan sebagai wadah positif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat sekaligus membangun karakter.
Festival yang diinisiasi Sanggar Seni Pajjoge Andino ini juga menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam menjaga kesinambungan budaya lokal. Keterlibatan aktif anak-anak dan remaja dalam setiap rangkaian kegiatan menjadi indikator bahwa pendekatan budaya masih relevan dalam membentuk identitas generasi masa depan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pemerintah pusat melalui Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam penyelenggaraan festival tersebut.
“Program Dana Indonesiana diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam merawat dan mengembangkan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Selain unsur pemerintah, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, mulai dari tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga aparat TNI-Polri, yang turut mendukung upaya pembinaan generasi muda melalui jalur kebudayaan.
Melalui Festival Nene Mallomo, Sidrap menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga menjadi strategi membangun karakter generasi muda sebagai fondasi masa depan daerah. (4dy)













