Makassar, Departemen Manajemen Rumah Sakit (MRS), Program Magister Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), menggelar pelatihan Pembiayaan kesehatan yang diikuti sejumlah Manajer Rumah Sakit, di Hotel Four Point by Sheraton, Jumat,( 27/7).
Dalam pelatihan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta agar dapat menganalisis Biaya Pelayanan di Rumah Sakit ini, didasari adanya pergeseran sistem pembayaran pada era Jaminan Kesehatan Nasional saat ini, yang memaksa rumah sakit untuk dapat mengelola pelayanannya secara efektif dan efisien tanpa mengurangi mutu pelayanan.
Hal tersebut memaksa rumah sakit untuk dapat melakukan kendali biaya dan mutu di rumah sakit, dimana salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan mengetahui dan menganalisis biaya satuan pelayanan di rumah sakit.
Kepala Departemen MRS FKM Unhas, Dr. Syahrir A. Pasinringi, MS sebagai salah seorang pemateri pelatihan mengatakan, bahwa perubahan pola pembayaran RS dari sistem pembayaran perjenis tindakan (fee for services) ke sistem pembayaran perpaket layanan (Ina CBG’s) “memaksa” rumah sakit untuk dapat benar-benar mengetahui secara tepat biaya yang dikeluarkannya dalam melayani pasien agar pelayanan kesehatan yang efisien dapat terwujud di rumah sakit.
Pelatihan yang diikuti sekitar 70 orang peserta ini, menurut ketua Panitia, Irwandy, SKM., MSc.PH.,M.Kes, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pra Munas Perkumpulan Institusi Pendidikan Magister Rumah Sakit Indonesia yang akan dilaksanakan Sabtu 28 Juli 2017 di Four Point by Sheraton Makassar
Lebih lanjut Irwandy mengatakan, bahawa peserta yang yang terlibat berasal dari berbagai rumah sakit, dosen dan mahasiswa kesehatan dan bukan hanya berasal dari Makassar, namun juga hadir dari berbagai kota di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan bahkan Kalimantan Timur.
“Materi pelatihan dikemas lebih banyak dalam bentuk latihan perhitungan, agar dapat memberikan kemampuan teknis bagi rumah sakit untuk dapat menghitung biaya satuan layanan kesehatan, agar nantinya rumah sakit memiliki kemampuan untuk dapat mengontrol biaya layanan di rumah sakit,” tegas Irwandy.
Sementara itu pengelola Program Magister Rumah Sakit FKM Unhas, Dr. Fridawaty Rivai,SKM.,MARS, mengatakan, bahwa ke depannya akan lebih banyak melakukan pelatihan-pelatihan perumahsakitan, seperti penyusunan rencana strategi bisnis RS, Pengelolaan SDM RS, penyusunan sistem remunerasi RS dan lain-lain sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan mutu layanan rumah sakit dan pengembangan kompetensi manajer RS khususnya di Indonesia bagian timur.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, PhD saat dihubungi secara terpisah mengatakan, bahwa pelatihan seperti ini merupakan bekal tambahan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Ke depannya kita berharap bahwa semua departemen di FKM Unhas dapat membuat training-training yang merupakan kebutuhan dan ciri khas di setiap departemen. (*/464ys)
















