Beranda » News » Hoax Kontainer Berisi Surat Suara yang Sudah Dicoblos, Siapa Pelakunya?
Hoax Kontainer Berisi Surat Suara yang Sudah Dicoblos, Siapa Pelakunya?
News

Hoax Kontainer Berisi Surat Suara yang Sudah Dicoblos, Siapa Pelakunya?

JAKARTA – Baru hari ketiga, tahun 2019 sudah panas. Cuitan Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief tentang berita penemuan tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos menuai kecaman sengit dari Sekjen DPP PDI-Perjuangan dan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin. Siapa sesungguhnya yang menebar dusta?

Informasi tentang penemuan kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo itu berawal dari cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di Twitter, Rabu malam (2/1).

Dalam cuitannya, Andi Arief mengatakan “mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah, harap dicek kebenarannya karena kabar ini sudah beredar.” Cuitan ini kemudian beredar luas dengan beragam bumbu.

Selain cuitan itu ada pula satu rekaman suara berdurasi sekitar 44 detik yang beredar di kalangan wartawan dan secara terang-terangan mengatakan ada tujuh kontainer di Tanjung Priok dan bahwa “ini Marinir sudah turun, dibuka satu, isinya kartu suara yang sudah dicoblos nomor satu.”

Cuitan Andi Arief itu tidak ditemukan lagi setelah Ketua KPU Arief Budiman bergerak cepat mendatangi langsung pelabuhan Tanjung Priok, tak lama setelah cuitan itu beredar.

“Tidak ada. Itu tidak benar. Tidak ada TNI AL yang menemukan itu dan tidak benar KPU telah menyita,” ujar Arief Budiman kepada wartawan di Jakarta, Rabu malam. Ditegaskannya bahwa kabar tentang 70 juta surat suara yang sudah dicoblos di nomor 01 itu adalah berita bohong dan oleh karena itu ia sudah melapor ke polisi.

“Orang-orang jahat yang ganggu penyelenggaraan pemilu harus ditangkap,” tegasnya.

Cuitan Wasekjen Partai Demokrat Dinilai Provokatif

Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristayanto Kamis pagi (3/2) bereaksi keras terhadap pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief itu dengan mengatakan pernyataan itu “sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, dan sangat berbahaya.” Ditambahkan bahwa “pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan.”

“PDI-Perjuangan,” ujar Hasto, menyerukan seluruh partai untuk “wajib menjaga suasana yang kondusif dan menjaga disiplin seluruh anggota dan kadernya agar tidak menciptakan kegaduhan yang merusak energi persatuan bangsa.”

Hal senada disampaikan juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, yang bahkan mendorong aparat keamanan “untuk memburu pelaku kejahatan dan aktor intelektual yang memproduksi, menyebarkan kabar bohong ini.” Ia menilai “kejahatan ini adalah tindakan yang berbahaya bagi stabilitas politik, meresahkan masyarakat, mengganggu pemilu dan berpretensi mendelegitimasi pemilu.”

Ace menyebutkan beberapa contoh yang dinilainya pararel dengan “serangkaian skenario” antara lain : soal e-KTP yang dimusnahkan, pemilih hantu sampai surat suara yang didatangkan dari China. [voa]