PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Opini

Hujan dan Genangan Yang Tak Berkesudahan

1831
×

Hujan dan Genangan Yang Tak Berkesudahan

Sebarkan artikel ini
Hujan dan Genangan Yang Tak Berkesudahan
Andi Annisa

OPINI—Tik! Rintikan deras hujan selalu menyimpan ceritanya sendiri. Hadirnya kadang membawa ketenangan dan kenangan. Kadang pula menyisakan genangan. Berbicara perihal genangan hujan alias banjir, maka beberapa daerah rawan banjir kerap kali menjadi sorotan, termasuk di Makassar.

Ketinggian air banjir Makassar bahkan ada yang setinggi leher orang dewasa. “Ketinggian air sampai saat ini ada terpantau sampai leher orang dewasa. Itu di daerah samping aliran kanal di dekat kantor kita di Kerung-kerung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin, seperti dilansir detikSulsel, Senin (13/2/2023).

Menyikapi terkait banjir yang terjadi di Makassar, setidaknya ada tiga penyebab yang menjadi sorotan.

Pertama, daya dukung dan daya tampung lingkungan di Kota Makassar mengalami penurunan. Kondisi ini tentu menyebabkan banjir parah di sebagian wilayah. Ruang terbuka hijau (RTH) di Makassar terkategori masih minim.

Idealnya, sebuah wilayah harus memiliki persentase ruang terbuka hijau sebesar 30%. Namun, luas ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Makassar masih sekitar 10,99%.

Kedua, buruknya drainase perkotaan serta kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat, membuat potensi penyebab banjir di Kota Daeng makin meningkat. Selanjutnya, pembangunan perumahan di Makassar turut memicu berkurangnya daya resapan air.

Imbasnya, banjir menjadi musibah langganan di setiap musim hujan. Hal ini menunjukkan pembangunan pesat yang dilakukan terkesan mengabaikan dampak terhadap lingkungan. Buruknya drainase dan terjadinya degradasi area resapan air adalah bukti nyata akan hal itu.

Intensitas hujan yang tinggi, durasi lama, dan frekuensi yang sering memang dapat dikatakan sebagai pemicu banjir, namun yang menjadi biang kerok penyebabnya adalah aktivitas eksploitatif manusia.

Maraknya pembangunan real estate oleh pemilik modal yang mengikis habis ruang terbuka hijau dan area resapan air. Walhasil, luapan air sungai merembes menggenangi kawasan pemukiman. Maka, Maha Benar Allah dalam firman-Nya:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Rum:41)

Hujan sejatinya adalah rahmat Allah. Namun, sikap eksploitatif manusia mampu menjadikan hujan berujung genangan yang tak berkesudahan. Sikap ini tentu berakar dari pemikiran dan pandangan dalam membuat keputusan di tengah umat.

Hujan
Hujan (Ilustrasi)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com