MAKASSAR, Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar kembali melaksanakan IMA Bisnis Forum yang bertajuk “Strategi Bisnis Hospitality di Era Industri 4.0” bertempat di Hotel Claro & Convention Makassar, Kamis (19/9), dengan dipandu Anggiat Sinaga sebagai Host, Irwani Pane (Konsultan Service & Marketing), Joko Priyoko (Industri perhotelan) serta N.Ikawidjaya (Pakar Industri Perbankan), sebagai pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, N. Ikawidjaya memaparlan 6 poin Sustainable Business dalam Industri 4.0 yang perlu diperhatikan, yaitu pertama, Bisnis sedang menghadapi dua ekosistem (ekosistem riil dan ekosistem digital), kedua, Bisnis harus mendesign strategi dalam kedua ekosistem, yang mana kedua ekosistem harus mampu diidentifikasi dan eksplorasi untuk tetap berkelanjutan,

Ketiga, Eksplorasi kedua ekosistem harus memperhatikan Human Needs, keempat Ekosistem digital ditandai beberapa hal, misalnya Intangible asset, orkestri, behavior economic, demand centric dan sebagainya, Kelima Ekosistem Konvensional ditandai beberapa contoh misalnya : tangible asset, pengendalian dividend, okupansi, relevant, dsbnya, keenam Praktek Value Creation external pada bisnis hospitality misalnya menciptakan demand, yaitu banyaknya frekuensi berkelanjutan tamu yang datang ke Makassar, membuat event festival yang berkelanjutan misalnya festival agribisnis, kelautan, budaya dan desa wisata.

Sementara itu Irwani Pane menyampaikan, bahwa era revolusi industri 4.0 akan mengubah hampir sebagian besar hidup manusia. “Revolusi ini melahirkan super komputer, kendaraan tanpa pengemudi, robot pintar, perkembangan neurotechnology dan dunia digital yang serba otomatis lainnya. “ ungkap Irwani.

Beberapa tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis di bidang perhotelan menurut Irwani meliputi akses pasar yang luas membuat persaingan semakin kuat, persaingan harga makin ketat, peran teknologi memangkas biaya tenaga kerja, karena Industri 4.0 juga membuat experiences konsumen menjadi lebih penting.

Untuk menghadapi jejeran tantangan tersebut, menurut Irwani pelaku industri perhotelan harus memberikan pelayanan yang memuaskan, sehingga konsumen tidak beralih ke tempat lain.

“Selain pelayanan secara digital, pada era revolusi industri 4.0 untuk mempertahankan pelanggan, tetap sangat berpengaruh pada sentuhan/layanan secara offline atau biasa disebut personalisasi pelanggan. manfaat personalisasi pelanggan diantaranya yaitu meningkatkan penjualan, membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan, meningkatkan pengalaman pelanggan, meraih perhatian pelanggan dan membuat pelanggan untuk kembali,” tegas Irwani.

Pada kesempatan lain Seorang pelaku Industri Hospitality, Joko Priyoko, mengatakan di era 4.0 masih merupakan suatu proses untuk menggantikan sentuhan human atau pelayanan oleh manusia yg akan digantikan oleh robot atau mesin, tapi sentuhan manusia masih menjadikan poin yg sangat berpengaruh dan masih sangat diperlukan yaitu dengan pendekatan secara profile yg akan menimbulkan suatu imput humani, yaitu memanusiakan manusia.

“Dalam era 4.0 dunia mesin atau robot bisa menjadikan support melalui pelayanan yang tidak berhubungan dengan manusia yaitu bisa disupport di dunia promosinya. Era ini msh sangat penting dan sangat berpengaruh yang akan menimbulkan kesan manusiawi, pelayanan dengan hangat dan pakai hati,” Tegas Joko.

Salah satu peserta, Taufik Haris Rachmat, juga menambahkan pandangannya, bahwa saat ini telah terjadi trend, brand yang belum terkenal bisa mengalahkan brand besar, dengan strategi 3R, yakni Rating, Review dan Rekomendasi.

“Anak millennial sudah tidak melihat brand besar akan tetapi cenderung melihat 3R tadi, Brand yang semakin baik 3R nya maka anak millennial lebih membuat keputusan menggunakan brand tersebut tanpa melihat brand itu terkenal atau tidak,” tungkas Taufik.

Sebagai Poin Penting dalam event ini, IMA juga memberikan masukan buat industry Hospitality bahwa saatnya semua stakeholder bisa berkolaborasi dengan menciptakan event-event festival dengan setiap dinas-dinas memiliki festival sesuai bidangnya.

Lebih Lanjut Irwani dalam closing statementnya mengatakan, bahwa untuk bisa tetap bertahan dan bersaing pada era revolusi industri 4.0 selain meningkatkan kualitas SDM dalam bidang teknologi, juga harus mingkatkan pelayanan secara prima.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Pengurus IMA Chapter Makassar, Maros dan Gowa yaitu meliputi Ir. Syarifuddin Arief, MM (EVP-IMA Chapter Makassar) yang sekaligus membuka kegiatan IMA Bisnis Forum, Tommy Amarja S, Akmal Asnawi, Taufik Haris Rachmat, DR. A.M.Nur Bau Massepe, DR. Rusman, ST,MT, Abduh Idris Serta Djoko Surojo. Hadir juga sebagai undangan Maskun Kepala Pengdam XIV, Bpk Safri Sitepu Kepala Biro Kompas TV dan beberapa Member IMA beserta Partisipan lainnya .(M4l/464ys)