Kadis DP3Dalduk KB: PATBM Solusi Perlindungan Anak Libatkan Masyarakat
Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin saat menghadiri Workshop Pembentukan Model Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang di Pusatkan di Kabupaten Barru, Senin (23/11/2020).

MAKASSAR—Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Dr Fitriah Zainuddin menegaskan, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai solusi perlindungan anak yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Hal ini ditegaskan Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin saat menghadiri Workshop Pembentukan Model Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang di Pusatkan di Kabupaten Luwu, Senin (23/11/2020).

Ia mengatakan, program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan untuk 5 tahun kedepan diarahkan pada kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat, sehingga kegiatan PATBM ditindak lanjuti oleh Pemerintah Sulawesi Selatan dengan menjadikan sebagai salah satu prioritas dalam RPJMD Sulsel 2019-2023.

“Di Sulawesi Selatan PATBM hingga tahun 2020 telah terbentuk di 20 Kabupaten/Kota dengan 34 desa/kelurahan. Bertujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat agar mampu memecahkan permasalahan kekerasan pada anak yang terjadi dimasyarakat dan melakukan upaya perlindungan anak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, survey yang dilakukan BPS Tahun 2018 tentang Pengalaman Hidup Anak dan Remaja menunjukkan, bahwa pada kelompok umur 18-24 tahun terdapat 1 (satu) dari 2 (dua) laki-laki, dan 1(satu) dari 6 (enam) perempuan setidaknya mengalami kekerasan seksual, fisik atau emosional sebelum berumur 18 tahun. Pada kelompok umur 13-17 tahun, menunjukkan bahwa 30 % anak laki-laki maupun perempuan melaporkan kasus pernah mengalami paling tidak salah satu jenis kekerasaan atau lebih baik fisik, seksual, maupun emosional

“Ini tentu tantangan besar kita kedepannya dengan munculnya berbagai kasus kekerasan yang terjadi pada anak dalam berbagai bentuk.Bahkan masalah lain yang kita lihat adalah meningkatnya jumlah anak yang menjadi pelaku tindakan kekerasan yang ternyata sebelum anak menjadi pelaku, mereka pernah mengalami tindakan kerasan baik fisik, psikis, maupun seksual. Begitu pula dengan meningkatnya jumlah perkawinan usia anak,” sebutnya.

Dr Fitriah Zainuddin juga mengaku Provinsi Sulawesi Selatan menjadi urutan ke 12 provinsi penyumbang tertinggi angka perkawinan anak di Indonesia.

“Gerakan massal, massif, sistematis, dan terstruktur di lapisan terbawah masyarakat harus terus dilakukan salah satunya Pencegahan permasalahan pada anak harus dimulai dari organisasi terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga, RT/RW/Lingkungan dan Desa/Kelurahan melalui PATBM,” ucapnya.

Lanjutnya ia menekankan, PATBM harus mampu menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak dalam melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, perubahan mindset, sikap dan prilaku yang dapat memberikan perlindungan kepada anak.

“Gerakan PATBM harus melakukan jejaring dan advokasi dengan layanan pendukung yang terjangkau dan berkualitas untuk korban, pelaku, dan anak berisko, misalnya P2TP2A/UPTD PPA, LK3, PUSPAGA, BP4, UPPA POLRES, Rumah Sakit, Shelter/Rumah Aman, dan layanan lainnya serta Forum Anak Desa/kelurahan/Kecamatan dan Kabupaten/Kota. Serta kegiatan PATBM diarahkan kepada anak dengan tujuan memampukan mereka untuk melindungi hak-haknya termasuk melindungi diri dari segala bentuk kekerasan. Dimana dapat melalui kelompok keagamaan, kegiatan kreatif, kegiatan pendidikan termasuk juga pengembangan forum anak,” pungkasnya.

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel pertama yang berlatar belakang dokter ini menambahkan Sulawesi Selatan yang mempunyai kultur, budaya dan agama yang berbeda-beda, nilai-nilai luhur dalam masyarakat harus bisa dipromosikan dan diintegrasikan dalam kegiatan PATBM.

“PATBM perlu dukungan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, Aparat Desa/Kelurahan, Tokoh masyarakat/agama/adat, tokoh pendidikan, dan tokoh penggiat aktivitas anak dan perempuan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada di Desa/Kelurahan sehingga target dan sasaran yang kita inginkan dapat tercapai,” tutupnya. (*)

Kadis DP3Dalduk KB: PATBM Solusi Perlindungan Anak Libatkan Masyarakat
Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin saat menghadiri
Workshop Pembentukan Model Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang di Pusatkan di Kabupaten Barru, Senin (23/11/2020).