MAKASSAR—Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan, melalui lomba desa ketahanan pangan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke 355 akan lahir desa yang menjadi pilot project (percontohan) terbaik desa ketahanan pangan.
Hal ini disampaikan Kadis Ketapang Sulsel usai melakukan penilaian lomba desa ketahanan pangan tingkat provinsi Sulsel, di Kantor Dinas Ketapang Sulsel Jalan Ratulangi Makassar.
Andi Muhammad Arsjad menilai penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya di level pemerintah pusat maupun Provinsi.
“Yang nanti menjadi juara layak dijadikan pilot project atau percontohan desa ketahanan pangan sulsel, paling tidak tiga terbaik mana menerapkan konsep ketahanan pangan terbaik, karena ini penting karena upaya penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya pada level Pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi karena anggaran kita terbatas,”ujar Arsjad.
Kedepan level pemerintah desa diharapkan bisa meningkatkan cadangan pangan mereka. “Kita dorong agar disadari hingga level desa, kedepan kita berharap melalui lomba desa ketahanan pangan ini akan mendorong pemerintah desa dalam meningkatkan cadangan pangan, lumbung pangan termasuk dalam memanfaatkan halamam, sehingga bisa menciptakan kondisi keterjangkau harga,” katanya.
Andi Muhammad Arsjad, menambahkan Gerakan Pangan Murah (GPM) kedepannya bukan hanya pada level Pemerintah Pusat atau Provinsi maupun Kabupaten Kota, tetapi juga nantinya di desa.
“GPM bukan hanya level pusat, provinsi, kabupaten, kota, tapi Desa juga, bisa lakukan GPM, apalagi sekarang dalam dana desa ada 20 persen bisa dimamfaatkan,” jelasnya.
“Kedepan teman Kepala Desa (Kades) bisa mendongkrak PAD desanya, sehingga secara keseluruhan Indeks ketahanan pangan sulsel yang sekarang posisi tiga bisa meningkat, daerah rawan pangan bisa berkurang dan tidak kalah penting untuk ketahanan pangan, dalam menekan angka stunting dan inflasi,” pungkasnya. (*/4dv)














