Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, Dr Ashari Fakhsirie Radjamilo MSi Menegaskan ditengah pandemi covid-19 aparat desa dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam memajukan desa dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Saya kira saat ini aparat desa dituntut untuk terus melakukan inovasi dan terobosan memajukan desa dan mensejahterakan masyarakatnya, Apa lagi ditengah pandemi covid-19 yang tentunya telah banyak desa melakukannya seperti di Kabupaten Sinjai, Jeneponto, Gowa maupun lainnya, Ungkapnya Belum lama ini.

Kadis PMD Sulsel Juga Mengaku ada 3 kegiatan yang diwajibkan dalam pendanaan Dana Desa, yakni, untuk penanganan Covid-19, untuk Kegiatan Padat Karya Tunai (PKT), dan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Seperti di Desa Baraniya Kecamatan Sinjai barat kabupaten sinjai,aparat pemerintah desa telah menyiapkan tempat cuci tangan disetiap rumah sebagai upaya mencegah dan menangani penyebaran covid-19,Penggunaan Anggaran Dana Desa ADD untuk membuka jalan ketempat wisata air terjun,pembuatan kolam renang maupun lainnya,”Ucapnya.

Ia Menjelaskan Desa lainnya di Sulsel yang memamfaatkan ADD dengan baik dan tepat adalah dikabupaten Barru dengan adanya embun yang mengaliri sawah petani setiap saat termasuk memberikan bibit tanaman.

“Didesa pacakke kabupaten barru,adanya embun yang menampung air dan kemudian digunakan untuk mengaliri sawah petani,termasuk memberikan bibit kepada petani seperti bibit bawang dan semua dikelola oleh Bumdes,Kemudian didesa rumbia kabupaten jeneponto ditempat wisata air terjun Bossolo, serta di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba yang semua dikelola dengan baik melalui pemamfaatan dana desa dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,”Jelasnya.

Mantan PJ Bupati Banteang ini menambahkan secara umum kepala desa sangat merasakan mamfaat dari adanya dana desa.

“Kepala desa sangat merasakan mamfaat dari adanya dana desa karena dengan pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan desanya,”Tutupnya. [*]