PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Jeneponto

Kadisdik Sulsel Tinjau Sekolah Yang Terdampak Banjir di Jeneponto

652
×

Kadisdik Sulsel Tinjau Sekolah Yang Terdampak Banjir di Jeneponto

Sebarkan artikel ini
banjir Jeneponto

JENEPONTO –– Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo meninjau langsung kondisi sekolah di Jeneponto, Rabu 23 Januari 2019,yang Sehari sebelumnya, banjir dan juga melanda beberapa sekolah.

Irman yang merencanakan kunjungan tersebut pada Selasa (22 Januari 2019) atau saat kejadian tidak bisa menembus Jeneponto.

None (sapaan akrab Irman) dan rombongan terpaksa berbalik arah kembali ke Makassar karena akses jalan menuju Jeneponto masih terputus. None sempat ketemu dengan beberapa kepala sekolah di Takalar untuk menerima laporan kondisi masing-masing sekolah.

Dalam kunjungan di Jeneponto, None sempat membuat video blogging untuk menyampaikan pesan kepada para stakeholder pendidikan agar memberikan support dalam mempercepat pemulihan kondisi sarana dan prasarana pasca banjir.

Dalam video berdurasi tiga menit yang ia unggah melalui akun instagramnya @irmanyasinlimpo_none, None meminta dukungan agar sektor pendidikan juga segera diberi perhatian.

Disdik Sulsel sendiri segera melakukan kalkulasi mengenai kondisi sarana prasarana yang terdampak termasuk soal fsikis para guru dan siswa.

“Paling pertama yang harus dilakukan adalah pembersihan. Lumpur dan material sampah akibat banjir ini yang harus diatasi terlebih dahulu,” katanya.

Khusus untuk kelas III yang dalam waktu dekat menjalani beberapa ujian seperti USBN dan UNBK, None sudah memerintahkan jajarannya mencari alternatif agar para siswa tetap bisa ujian secara bersamaan dengan siswa kelas 3 lainnya.

None hanya sempat mengunjungi dua dari setidaknya lima sekolah yang terkena banjir. Hujan deras yang tiba-tiba turun memaksa None dan rombongan menyelesaikan kunjungannya saat di SMAN 1 Jeneponto. Kedua sekolah itu adalah SMKN 1 Jeneponto dan SMA Negeri 1 Jeneponto.

Kedua sekolah yang hanya berjarak 2 kilo meter ini sempat tenggelam dan hanya menyisakan atap yang tampak. Bahkan, saat kejadian, puluhan guru dan siswa terjebak di sekolah. Beruntung sekolah-sekolah ini sudah memiliki bangunan dengan dua lantai. Mereka yang terjebak pun mengamankan diri di lantai dua. Evakuasi terhadap mereka baru berhasil setelah menunggu regu penolong datang sekitar lima jam kemudian.

“Selain melakukan pengecekan secara langsung, saya juga menyampaikan pesan Pak Gubernur dan Wagub kepada para kepsek, guru dan siswa. Beliau menyampaikan keprihatinan mendalam dan memberi motivasi agar segera bangkit pasca musibah ini,” kata None menyampaikan pesan gubernur.

None juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai ala kadarnya dari Disdik Sulsel atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap mereka yang paling berjasa dan siaga saat bencana. Bantuan dititipkan kepada masing-masing kasek SMAN 1, SMKN 1, dan Kasek SMKN 6. [UDN]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com