PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel •
Makassar

Kampanye Earth Hour, Makassar Akan Gelap Malam Ini

906
×

Kampanye Earth Hour, Makassar Akan Gelap Malam Ini

Sebarkan artikel ini

Pada tahun ini Kota Makassar kembali berpartisipasi dalam kampanye lingkungan berskala global Earth Hour, yakni mematikan lampu dan peralatan listrik yang sedang tidak terpakai selama 1 jam pada hari Sabtu, 25 Maret 2017, pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).

Kota Makassar pada tahun ini menjadi pusat pagelaran Seremonial Switch Off 2017 mewakili 60 kota di Indonesia dengan mengusung tema “Sea to See”, di Earth Hour 2017, Kota Makassar telah menggandeng Duta Earth Hour Makassar 2017 yakni Bapak Ir.H.Moh. Ramdhan Pomanto selaku Walikota Makassar dan Yunita IDOL (public figure) yang secara aktif menyatakan dukungan terhadap Gerakan Earth Hour Makassar serta berkomitmen untuk bergaya hidup hijau.

Muhammad Fahmi S. selaku Koordinator Kota Earth Hour Makassar mengatakan, “Kami berharap bisa menjadi mitra seluruh stekholder baik individu, kelompok, komunitas, korporasi dan pemerintah untuk semakin meningkatkan gerakan hidup sehat dan ramah lingkungan sehingga dapat menjadi gaya hidup baru masyarakat di kota Makassar”.

Pemerintah Kota Makassar telah mengeluarkan surat himbauan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintahan Kota Makassar, para pimpinan BUMN dan BUMD se-Kota Makassar, para camat dan lurah se-Kota Makassar, dirut perusda se-Kota Makassar, para korporasi serta seluruh warga masyarakat Kota Makassar.

Kampanye mematikan lampu selama satu jam ini dinamakan Makassar Gelap di Makassar. #MakassarGelap sendiri adalah Seremonial Switch Off Earth Hour Makassar yang akan diadakan di Anjungan City Of Makassar pukul 16.00 WITA-selesai.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kota Makassar tetap meneruskan komitmennya memadamkan lampu di Anjungan City of Makassar (Main Venue), Lapangan Karebosi (City Landmark), Monumen Pembebasan Irian Barat – Monumen Mandala (City Landmark), Anjungan Bahari Pantai Losari, Anjungan Bugis Makassar, Anjungan Toraja Mandar (City Landmark), Monumen Tugu Mandiri (City Landmark), Gedung Perkantoran di sepanjang Jl. Achmad Yani, Jl. Jendral Sudirman, Jl. R.A. Kartini, Jl. Kajaolalido, Jl. Botolempangan, Jl. Ujung Pandang, Jl. Riburane dan Jl. Penghibur, Lampu Jalan Jl. Achmad Yani, Jl. Jendral Sudirman, Jl. R.A. Kartini, Jl. Kajaolalido, Jl. Botolempangan, Jl. Ujung Pandang, Jl. Riburane dan Jl. Penghibur, Beberapa Hotel dan Restoran di Kota Makassar, Trans Studio Mall dan Mall Ratu Indah, Balai Kota Makassar, Rumah Jabatan Walikota Makassar, Megatron dan Reklame Media AD.

Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim, naiknya permukaan air laut, pemutihan karang dan potensi kepunahan yang besar terhadap keanekaragaman hayati, terutama yang hidup di suhu tropis, baik di pesisir maupun yang tinggal di dekat hutan. Dampak pemanasan global ini sudah dipastikan akan mempengaruhi lingkungan hidup yang menjadi tempat hidup kita.

“Kami ingin menekankan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa kami bukanlah gerakan yang hanya melakukan Seremonial individual dan kelompok belaka dalam aksi dan pelaksanaannya namun aksi Earth Hour tetap eksis sampai sekarang karena dapat diterima semua masyarakat dengan melakukan aksi kecil untuk perubahan yang besar, Ini Aksiku! Mana Aksimu?”, tutup Fahmi. (4gys/4ld).

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com