Kaukus Parlemen Perempuan Perkuat Program DP3A Dalduk KB Sulsel
Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin, pertemuan dengan Kaukus Parlemen Perempuan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat program DP3A Dalduk KB Sulsel, Jumat (18/9/2020).

MAKASSAR – Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin, menegaskan pertemuan dengan Kaukus Parlemen Perempuan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat program DP3A Dalduk KB Sulsel.

“Jadi beberapa waktu yang lalu kami melakukan pertemuan dengan Kaukus parlemen perempuan yang diketuai oleh Andi Ina Kartika Sari untuk mensinergikan dan memperkuat program DP3A Dalduk KB Sulsel agar berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran,” ucap Fitriah Zainuddin, Jumat (18/9/2020).

Fitriah menyebutkan, saat ini pihaknya sedang mlakukan penyusunan Renstra, maka diperlukan masukan dari berbagai pihak termasuk Kaukus parlemen perempuan dalam menguatkan program yang dilakukan dengan ara

“Dan targetnya adalah pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak serta perempuan yang berdaya,” kata Fitriah.

Ia juga mengaku, dukungan dari Kaukus Parlemen Perempuan sangat besar dalam memaksimalkan seluruh program Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel.

“Kita akan terus mendorong agar APE bisa terus ditingkatkan termasuk dikabupaten dan kota sesulsel serta kita mau semua perempuan baik korban kekerasan, disabilitas, dalam lapas, penyandang masalah sosial,akan dilakukan peningkatan pemberdayaan ekonomi sehingga bisa berdaya saing,” ucapnya.

Ia menjelaskan beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya kabupaten kota layak anak akan semakin ditingkatkan hingga ke provinsi layak anak, puspaga, penurunan perkawinan anak serta lainnya.

“Kabupaten dan kota layak anak hingga masuk provinsi layak anak menjadi perhatian, puspaga,Implementasi penyampaian Presiden di Rakornas, diantaranya penurunan perkawinan anak dengan mendorong adanya peraturan desa, mengoptimalkan peran kepala desa, serta pemamfaatan dana desa.

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel pertama yang berlatar belakang dokter ini menambahkan Kepala daerah di Sulsel diharapkan terus memberikan perhatian terkait program perempuan dan anak.

“Kepala daerah sangat berperang besar dalam memberikan perhatian terkait program perempuan dan anak, diantaranya persoalan pekerja anak. Kita juga akan meningkatkan sinergi dengan penyuluh KB, Penyuluh agama,” tambahnya.

“Pandemi Covid-19 menjadi tantangan,karena dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan tinggal dirumah,belajar secara online membuat kasus kekerasan terhadap anak cukup meningkat,sehingga ini semua menjadi perhatian bersama.” pungkasnya. (*/udn/shar)