Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Akan Rekomendasikan Kepsek SDN 7 Turatea Agar Dicopot

Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Akan Rekomendasikan Kepsek SDN 7 Turatea Agar Dicopot
Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Kaharuddin Gau atau akrab dipanggil KG menanggapi adanya pemberitaan media terkait oknum kepala sekolah UPT SDN 7 Turatea yang arogan kepada gurunya. (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

JENEPONTO—Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Kaharuddin Gau atau akrab dipanggil KG menanggapi adanya pemberitaan media terkait oknum kepala sekolah UPT SDN 7 Turatea yang arogan kepada gurunya.

Kaharuddin Gau menegaskan, Komisi IV membidangi pendidikan, akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Selasa mendatang. Dan selanjutnya merekomendasikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto, Nur Alam Basir untuk segera mengganti Sarigowa selaku Kepsek di sekolah tersebut.

“Pada intinya kami komisi IV tidak setuju dan insya Allah kami akan merekomendasikan untuk Kepala Dinas untuk segera mencopot dan mengganti Kepala Sekolah yang arogan itu,” kata Kaharuddin Gau melalui sambungan telpon, Sabtu (21/5/2022).

Kaharuddin Gau menilai tindakan oknum kepsek yang diduga arogan terhadap guru bantunya tersebut dinilai mencoreng nama baik pendidikan di Jeneponto.

“Saya selaku komisi yang menangani pendidikan, sangat tidak setuju dengan perilaku oknum kepsek yang arogan, saya minta kepsek itu diganti, karena merusak nama baik citra pendidikan di Jeneponto,” tegasnya.

Kepsek UPT SDN 7 Turatea Bersikap Kasar Hanya Lantaran Gurunya Urus Kenaikan Pangkat?
Sarigowa, Kepala Sekolah UPT SDN 7 Turatea, Jeneponto. (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

Sebelumnya heboh diberitakan di sejumlah media online di Jeneponto, oknum kepala sekolah UPT SDN 7 Turatea Sarigowa diduga arogan terhadap guru bantunya berinisial YY pada Jumat (20/5/2022) kemarin.

Berita Lainnya

Awalnya YY dan teman guru lainnya saat sedang mengerjakan rapor siswa di ruang guru, pada saat itu tiba-tiba oknum kepsek Sarigowa mara-marah sambil ngomel di depan YY dan membuat YY tersinggung dan menangis.

“Awalnya saya kerja rapor, tapi mungkin dia (kepala sekolah) tahu, kalau saya mau urus kenaikan pangkat, tapi belum saya sodorkan berkasku untuk minta tanda tangannya, dia mulai mengomel langsung marah dan mengatakan ke saya dan teman lainnya, kata-kata kasar,” jelas YY.

Lihat Juga:  Sekda Jeneponto Buka Pasar Murah

“Saya tidak mau tanda tangan semua berkas, siapapun saya tidak mau tanda tangani,” ungkap YY sambil menangis. (*)

Berita terkait