Tri Widyastuti Rahim, ibu hamil (bumil) yang menikah pada tahun 2016 ini membuat panik panitia dan paramedis yang disiagakan dilokasi ujian karena tiba-tiba ia mengalami kontraksi dengan rasa perih yang tak tertahankan.

MAKASSAR – Hingga hari terakhir pelaksanaan ujian seleksei CPNS Kemenag Sulsel (Selasa, 10/3/2020), dari 16 ribu lebih peserta tes, terdapat ratusan ibu-ibu muda yang tengah berbadan dua.

Usia kehamilannya pun bervariasi, dari yang hamil muda sampai menjelang persalinan.

Ialah Tri Widyastuti Rahim, ibu hamil (bumil) yang menikah pada tahun 2016 ini membuat panik panitia dan paramedis yang disiagakan dilokasi ujian karena tiba-tiba ia mengalami kontraksi dengan rasa perih yang tak tertahankan.

“Menurut dokter yang menangani saya katanya diperkirakan tanggal 18 Maret saya melahirkan. Tapi kenapa setibanya disini perut saya terasa sakit sekali. Perihnya luar biasa”, ujar alumni Universitas Puangtimaggalatung Sengkang ini sambil meringis menahan rasa sakitnya.

Ambulance pun disiagakan mengantisipasi jika saja ia memang harus dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat.

Namun beberapa menit dimulainya ujian, kondisinya membaik dan dia bertekat untuk tetap mengikuti ujian.

“Sudah agak mendingan. Rasa sakitnya sudah redah. Insya Allah saya bisa ikut tes,” kata Widyastuti

Paramedis kemudian menuntunya menaiki kursi roda dan mendorongnya menuju ruang ujian.

Selama 90 menit berlangsungnya ujian, ambuwlance tetap disiagakan di depan Aula Mina tempat tes dilaksanakan.

Usai ujian, tangis haru pun pecah. Wanita yang sempat ragu bisa mengikuti seleksi di kehamilan pertamanya ini ternyata mampu menembus Passing Grade (PG) yang ditetapkan. Ia menorehkan nilai 319 (TIU = 115 TKP = 139 dan TWK = 65).

Bumil kelahiran Sengkang 20 September 1990 yang memilih formasi Ahli Pertama Guru Bahada Indonesia ini bersyukur bisa meraih nilai 219 dan berharap bisa lolos pada seleksi selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan Wawancara. (AB)

Tri Widyastuti Rahim, ibu hamil (bumil) yang menikah pada tahun 2016 ini membuat panik panitia dan paramedis yang disiagakan dilokasi ujian karena tiba-tiba ia mengalami kontraksi dengan rasa perih yang tak tertahankan.