OPINI—Duduk bersanding di atas pelaminan suci menjadi pasangan pengantin ideal adalah impian yang kita nantikan jauh-jauh hari sebelumnya. Dan masa penantian itu telah berakhir tatkala cinta kita disatukan oleh ikatan pernikahan.
Dirimu menjadi pilihan terbaik ku dalam mengarungi luasnya samudra kehidupan. Namun, dalam hati kecilku tak mampu mengelak bahwa diriku sebenarnya keliru dalam melangkah.
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang mengabulkan permohonan pernikahan beda agama pasangan Islam dan Kristen. Permohonan tersebut tertuang pada Penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN. Dikutip dari Suara.Com (22/6/22).
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Tholabi Kharlie, mengatakan putusan tersebut akan menjadi preseden lahirnya putusan-putusan serupa bagi mereka yang menikah dengan pasangan yang berbeda agama. (Sindonews.com, 24/6/22).
Pernikahan beda agama bukanlah persoalan baru, namun sudah menjadi problem lama yang terjadi di negeri mayoritas muslim.
Bahkan mirisnya, fakta yang beredar menunjukkan sudah ratusan atau bahkan ribuan peristiwa pernikahan beda agama yang mendapatkan legitimasi dari instansi terkait, hanya saja tidak terekspose ke publik.
Hal ini semakin memperlihatkan bahwa ide sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) telah berhasil membuat ummat Islam melanggar aturan agamanya dan berada dalam kesesatan yang nyata.
Dengan dalih toleransi, mereka nekat untuk memperjuangkan cinta terlarangnya. Padahal, toleransi dalam Islam sudah sangat jelas. Tidak ada pembiaran untuk menganggap semua agama itu sama. Sebab, kebatilan dan kebenaran tidak bisa dicampur adukkan.
Kita sepakat bahwa Allah SWT menciptakan manusia secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Mereka secara fitrah dikaruniai perasaan ingin dicintai, disayang, diperhatikan dan memiliki kecenderungan hati untuk mencintai dan memiliki pasangan hidup.
Namun, kebanyakan ketika dimabuk asmara, kita tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk. Penilaian tak lagi bersifat objektif terhadap aturan agama. Olehnya, untuk menghindari kekacauan yang tidak diinginkan maka perlu ada aturan. Dan tentu saja aturan yang benar ialah dari sang Pencipta.













