JENEPONTO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mulai menjalankan misi penguatan literasi di Desa Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Sejumlah program kerja berbasis literasi resmi dipaparkan kepada pemerintah desa dan masyarakat sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa di wilayah tersebut.
Program yang dirancang tidak sekadar mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya belajar yang kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Fokus kegiatan mencakup peningkatan minat baca, penguatan literasi anak, hingga pengembangan aktivitas edukatif yang melibatkan berbagai kelompok usia.
Koordinator Desa KKN-T Unhas Desa Tombolo mengatakan literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Karena itu, program yang disusun dirancang agar mudah diterapkan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Harapannya, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan belajar dan berkembang bersama,” ujarnya.
Berbagai program telah disiapkan mahasiswa, mulai dari pengelolaan perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kunjungan literasi ke perpustakaan desa, kegiatan membaca nyaring, cerdas mengulas buku, hingga proyek kreatif berbasis bahan bacaan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mengajak anak-anak untuk menulis cerita berdasarkan buku yang dibaca serta menghadirkan pendampingan belajar dengan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kreativitas generasi muda di Desa Tombolo.
Kepala Desa Tombolo menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-T Unhas dan mengapresiasi program yang dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di desa.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Program ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya anak-anak. Pemerintah desa siap mendukung agar seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Melalui program literasi tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas berharap dapat membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah desa dan masyarakat. Sinergi itu diharapkan mampu melahirkan gerakan literasi yang tidak hanya berlangsung selama masa KKN, tetapi juga terus berkembang sebagai budaya belajar di Desa Tombolo. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter Alfian A (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Unhas)













