SIDRAP — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Mahluddin, menegaskan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan saat menjadi narasumber pada talkshow Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII di Data’e Eco Park, Kecamatan Watang Pulu, Sabtu (18/7/2026).
Dalam forum yang dihadiri para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan tersebut, Mahluddin mengangkat tema digitalisasi pendidikan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat literasi digital di sekolah.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga mampu memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
“Teknologi mampu memperkuat tata kelola pembelajaran serta meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah,” ujar Mahluddin.
Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Lebih dari itu, diperlukan perubahan pola pikir agar proses belajar mengajar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Tujuannya agar proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Mahluddin juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang kini telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Karena itu, guru didorong untuk memanfaatkan teknologi tersebut sebagai pendukung pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas dan efektivitas proses belajar mengajar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap dibarengi dengan penerapan etika, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Penggunaan AI tetap harus memperhatikan etika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Mahluddin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang aman dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Talkshow yang merupakan bagian dari rangkaian Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII tersebut berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan digitalisasi pendidikan, mulai dari pemanfaatan platform pembelajaran digital, penggunaan AI dalam proses belajar mengajar, hingga penguatan keamanan informasi dan etika bermedia digital. (4dy/4dv)













