JAKARTA—Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan semua pihak untuk memberikan dukungan konkret bagi perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat membuka Baznas International Forum bertajuk Humanitarian Solidarity for Palestine and Islamic World yang diadakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Nasaruddin menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina bukan hanya disebabkan oleh konflik yang meletus pada Oktober tahun lalu, tetapi juga akibat ketidakadilan, pengungsian, dan penindasan selama beberapa dekade. Ia menyebut rakyat Palestina tidak mendapatkan hak-hak dasar yang seharusnya menjadi hak setiap manusia.
“Rakyat Palestina telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Namun, ini bukan lagi saatnya hanya memberikan simpati pasif. Saatnya kini untuk bergerak dengan langkah nyata dalam mendukung keadilan dan kebebasan bagi Palestina,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam menyuarakan keadilan dan melawan kekerasan, serta memastikan semua manusia dapat hidup dengan martabat, kebebasan, dan keamanan.
“Masyarakat internasional memiliki kewajiban moral untuk bertindak, bukan sekadar dengan retorika, tetapi dengan langkah nyata seperti advokasi politik, bantuan kemanusiaan, atau upaya mencapai resolusi adil bagi konflik ini,” tambahnya.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan Palestina. Ia mengibaratkan perjuangan Palestina saat ini sebagai perang kemerdekaan yang membutuhkan waktu panjang dan pengorbanan besar.
“Solusi dua negara memang diinginkan, tetapi di lapangan tidak ada tanda-tanda pihak-pihak yang terlibat bergerak ke arah tersebut. Israel masih menganggap solusi ini sebagai kekalahan, dan situasi politik di Amerika Serikat ke depan mungkin akan semakin mempersulit posisi Palestina,” ungkapnya.
Anis Matta juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung perjuangan Palestina, baik melalui diplomasi maupun dukungan rakyat Indonesia.
Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan bahwa forum ini merupakan langkah konkret untuk mendukung Palestina. Ia menyebutkan program donasi bertajuk Membasuh Luka Palestina yang telah mengumpulkan dana sebesar Rp305 miliar, dengan Rp60 miliar di antaranya telah disalurkan sebagai bantuan darurat. Sisanya akan digunakan untuk rekonstruksi, termasuk pembangunan masjid, sekolah, dan rumah sakit di Palestina.
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo, memuji upaya kolektif yang digalang melalui forum ini. Ia menekankan pentingnya kerja sama multilateral dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun kelompok masyarakat, dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Pendekatan multilateral dan kemitraan multi-stakeholder menjadi kekuatan luar biasa dalam solidaritas kemanusiaan. Selain itu, Indonesia dapat memperkuat solidaritas global south untuk menciptakan dukungan yang lebih besar bagi Palestina,” jelas Agung. Ia menambahkan, dukungan dari 143 negara tidak akan signifikan tanpa konversi kekuatan untuk melahirkan perubahan nyata.
Forum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan Palestina memerlukan aksi kolektif yang berkelanjutan, baik melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, maupun advokasi yang melibatkan semua elemen masyarakat. (*)














