Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Mudik, Idul Fitri dan Tuntutan Pemulihan Ekonomi

13103
×

Mudik, Idul Fitri dan Tuntutan Pemulihan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Mudik, Idul Fitri dan Tuntutan Pemulihan Ekonomi
Haris Zaky Mubarak, MA (Direktur Jaringan Studi Indonesia)

Data BI juga menunjukan akumulasi net inflow atau uang yang masuk dibanding uang yang keluar sangatlah tinggi. Uang tak hanya habis dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, deposito tabungan masyarakat juga mengalami mengalami peningkatan.

Para produsen tak hanya mendapatkan tambahan keuntungan dari kebutuhan konsumsi yang tinggi, produsen juga mendapatkan keuntungan dari habisnya stok penyimpanan barang yang mereka siapkan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Lantas bagaimanakah kondisi ekonomi nasional dengan adanya larangan mudik 2021, sekalipun ada larangan BI melihat semasih ada peluang terjadinya perputaran uang atau posisi net-outflow.

Adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro juga dinilai tak menghambat tumbuhnya stimulus ekonomi yang hadir dalam momen mudik.

Karena sekalipun ada larangan dan pembatasan, tapi para calon pemudik yang batal pulang kampung dapat mengirimkan uang tunai ke sanak saudara di desa sehingga sekalipun tak ada kegiatan mudik secara langsung, desa tetap mendapatkan stimulus ekonomi.

Sanak keluarga di desa akan memperoleh tambahan uang konsumsi dari para anggota keluarga yang bekerja di kota. Dengan demikian ada denyut nadi peningkatan keuangan di daerah selama kebijakan larangan mudik ini diterapkan.

Pemerintah memperkirakan terjadi tambahan konsumsi masyarakat sekitar Rp215 triliun selama momen Ramadan dan Lebaran tahun ini. Tambahan konsumsi itu berasal dari tunjangan hari raya (THR) masyarakat.

Pemerintah berharap terjadi peningkatan distribusi ekonomi konsumsi masyarakat di seluruh daerah Indonesia sehingga akan turut membantu denyut nadi pertumbuhan ekonomi yang berjalan pada kuartal II.

Karena ditengah kondisi perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, aktivitas konsumsi masih menjadi kekuatan utama penggerak perekonomian nasional.

error: Content is protected !!