Sirup Bunga Rosella
Sirup Bunga Rosella

MAKASSAR—Setelah diyakini anggota kelompok Usaha Rumah Tangga yang dibentuk melalui bendera Birma Rindu Kraf telah mampu mulai memproduksi Sirup Bunga Rosela, Founder Birma Rindu Kraf, Ambang Ardi Yunisworo, memastikan akan segera mengurus Izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

Hal itu disampaikan Ambang yang juga merupakan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, kota Makassar, kepada Media Sulsel, usai mengurus surat keterangan dari Puskesmas Bangkala, Selasa (27/10).

“Izin Produk Industri Rumah Tangga atau PIRT adalah sertifikasi perizinan bagi industri yang memproduksi makanan dan minuman dengan skala rumahan, yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Makassar melalui Dinas Kesehatan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap pelaku usaha ramah tangga khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman,” tegas Ambang.

Lebih lanjut Ambang menjelaskan, untuk terbitnya sertifikat PIRT, pelaku usaha wajib menyerahkan terlebih dahulu sampel produk untuk diuji kelayakannya oleh instansi terkait, jika dinyatakan layak dan aman baru akan diterbitkan sertifikat PIRT yang di dalamnya menerakan nomor PIRT-nya yang akan dipampang di dalam kemasan produknya.

“Setiap produk yang memiliki nomor PIRT dalam kemasannya dipastikan produknya aman untuk dikonsumsi, karena meski telah terbit sertifikat PIRT, setiap 3 bulan sekali produk tersebut akan dikontrol kelayakannya oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan produk tersebut tetap aman,” lanjutnya.

Sementara itu menurut koordinator produksi Birma Rindu Kraf, R. Ela Rahayu, pihaknya yakin, bahwa produk yang akan diproduksi yaitu sirup Rosella, selai Rosella dan bedak masker daun kelor akan lolos dari uji laboratorium untuk memperoleh izin PIRT.

“Kami yakin produk kami akan lolos uji kelayakan untuk dapat PIRT, karena semua bahan yang kita gunakan merupakan bahan-bahan alami, cara produksinyapun memenuhi standart kesehatan, sedangkan kasiatnya untuk tubuh sangat luar biasa,” ungkap Ela bersemangat.

Untuk sementara menurut Ela, pada tahap awal ini volume produksi produknya akan menyesuaikan kemampuan pemasaran dan stock bahan baku, namun jika kemudian hari permintaan mulai tinggi dan budi daya tumbuhan bunga rosella yang mulai dirintis berhasil, maka akan dinaikkan volumenya dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga lain yang ada di wilayah kelurahan Biring Romang.

“Sementara ini bahan baku terutama kuncup bunga Rosellanya kami masih bergantung pada pihak lain, jika kemudian hari budi daya bunga rosella kami berhasil dan permintaan pasar juga naik, kami akan libatkan ibu-ibu rumah tangga warga kelurahan Biring Romang lain untuk turut terlibat dalam proses produksinya,” lanjut Ela.

Untuk diketahui saat ini LPM kelurahan Biring Romang melalui kelompok masyarakat Birma Edupark sedang melakukan pekerjaan penataan lahan untuk budi daya rosella dan tanaman obat lainnya di sebuah lahan fasum/ fasos seluas sekitar 1000 M² yang terletak di ORT. 02/ ORW. 05, komplek Dosen Unhas Biring Romang.

Menurut Ambang dari hasil kebun yang dirancang berbentuk taman bermain dan pendidikan tersebut, ke depan akan didirikan sejumlah kelompok usaha kecil rumahan untuk mengolahnya menjadi produk dalam kemasan seperti ekstrak jahe, bubuk kunyit dan lain-lain. (T4ng)