PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta •
Opini

Nalar Liar di Balik Isu Gender

2657
×

Nalar Liar di Balik Isu Gender

Sebarkan artikel ini
Nalar Liar di Balik Isu Gender
Dr. Suryani Syahrir, ST, MT (Dosen dan Pemerhati Generasi)

OPINI—Ramai perbincangan gender nonbiner, pasca beredarnya video kegiatan penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) di salah satu kampus ternama di Makassar. Video yang beredar di media sosial tersebut sontak membuat geger, terkhusus dunia pendidikan tinggi. Pro kontra pun akhirnya tak terelakkan.

Bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan dua orang dosen Fakultas Hukum, menanyai seorang Maba. Dimana Maba tersebut dengan tegas mengakui dirinya ber gender netral (nonbiner). Inilah yang membuat kedua dosen tersebut melakukan tindakan pengusiran, dengan alasan bahwa hukum di Indonesia tidak mengenal gender netral.

Jika bukan laki-laki, ya perempuan. Sikap ini pula lah yang membuat netizen “rusuh”. Banyak yang memuji tindakan dosen tersebut. Tidak sedikit pula yang bersimpati kepada sang Maba.

Senada dengan hal itu, Ketua Umum PP Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi), Asrullah (merupakan alumnus Fakultas Hukum Unhas) berpendapat bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh melanggar norma sopan santun dan norma agama, termasuk menyatakan identitas gender. Lebih lanjut, Asrullah menilai ekspresi diri sebagai gender netral melanggar norma sopan santun dan norma agama (news.detik.com, 22/8/2022).

Mencermati perkembangan kejadian di atas, beragam suara akhirnya membuka tabir rusaknya mindset hari ini. Terlihat pihak yang pro dan yang kontra kepada kaum pelangi. Misal, sebuah tulisan di media tribun timur, Makassar beberapa saat setelah kejadian di atas viral.

Penulis merasa tergelitik untuk merespons opini yang ditulis seorang mahasiswa (yang pro pada Maba nonbiner di atas). Bagaimana mungkin, seorang manusia bisa mengatakan bahwa identitas gender itu akibat konstruksi sosial?

Bukankah kita adalah makhluk ciptaan-Nya, dimana sudah sangat jelas bahwa hanya ada dua gender, yakni laki-laki dan perempuan. Nalar liar opini tersebut berpotensi merusak akidah umat, jika pemuda tidak dibentengi oleh akidah yang kokoh.

Kebebasan Berekspresi Ala Sekuler

Mencermati fenomena komunitas kaum pelangi ini, terlihat semakin hari semakin melangit. Padahal, tak satu pun hukum di Indonesia yang membenarkan perilaku ini. Baik itu norma sopan santun, hukum positif, terlebih norma agama. Namun, mengapa seolah makin menyebar dan makin berani menunjukkan eksistensinya?

Seperti dilansir dari tvonenews.com (4/7/2022), sekelompok waria bersama sejumlah warga menyerang sebuah lapak ayam di kompleks pasar Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com