MAKASSAR—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terus mendorong peningkatan layanan pengaduan masyarakat. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) SP4N-LAPOR!, kedua pihak menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pengaduan yang cepat, responsif, dan terpercaya.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Kamis (8/5/2025), mengangkat tema “Optimalisasi Kinerja Layanan Pengaduan Pemerintah Kota Makassar Wujudkan Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.” Hadir dalam acara ini Tim Asistensi Kemendagri, Admin SP4N-LAPOR! nasional, jajaran Dinas Kominfo Makassar, dan para admin SP4N-LAPOR! dari seluruh OPD.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Makassar, Irwan Bangsawan, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
“Layanan publik yang baik adalah layanan yang mendengar, merespons, dan memberi solusi. Maka sinergi adalah kunci,” tegas Irwan.
Sementara itu, Rega Tadeak Hakim dari Tim Asistensi Kemendagri mengapresiasi capaian Pemkot Makassar yang berhasil menuntaskan 100 persen dari 165 laporan warga sepanjang 2024. Tak hanya cepat, rata-rata penyelesaian laporan tercatat di bawah 14 hari kerja.
“Ini prestasi luar biasa. Tapi tantangannya bukan hanya menyelesaikan cepat, tapi juga memberi solusi yang tepat dan menjaga kepercayaan publik,” kata Rega.
Ia menilai tingginya jumlah laporan di Makassar justru menunjukkan efektivitas kanal pengaduan. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, angka ini masih bisa ditingkatkan.
“Artinya, edukasi ke masyarakat tentang SP4N-LAPOR! harus terus diperluas,” tambahnya.
Rega pun mendorong Dinas Kominfo Makassar untuk lebih masif menyosialisasikan SP4N-LAPOR!, sekaligus mengintegrasikan semua kanal pengaduan lokal yang masih terpisah.
Hal itu diamini Kepala Bidang Humas dan IKP Kominfo Makassar, Isnaniah Nurdin. Ia menyebut tantangan utama saat ini adalah rendahnya literasi masyarakat terkait penggunaan SP4N-LAPOR!.
“Masih banyak warga yang belum tahu atau belum terbiasa menggunakan SP4N-LAPOR!. Belum lagi kanal aduan lokal di OPD yang belum terkoneksi ke sistem nasional,” ujar Isnaniah.
Sebagai langkah strategis, Kominfo Makassar menyiapkan edukasi berkelanjutan, integrasi sistem aduan, serta peningkatan kapasitas SDM pengelola pengaduan. Isnaniah juga merekomendasikan tiga langkah prioritas: kolaborasi lintas sektor, integrasi kanal lokal, dan literasi publik secara masif.
“Dengan penguatan sistem ini, kami ingin SP4N-LAPOR! jadi instrumen utama transparansi dan akuntabilitas layanan publik di Makassar,” pungkasnya.
Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para admin SP4N-LAPOR!, demi mendorong tata kelola pengaduan yang lebih baik dan berdampak langsung bagi warga Makassar. (70n/Ag4ys/4dv)













